- ANTARA/Xinhua
Serangan Israel ke Fasilitas Kesehatan Lebanon Tewaskan 14 Tenaga Medis, WHO Ungkap Rangkaian Serangan Sejak Awal Maret
Hingga saat ini, total korban akibat serangan yang terjadi sejak awal Maret dilaporkan mencapai:
-
826 orang tewas
-
2.009 orang terluka
Jumlah korban tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena sejumlah wilayah terdampak serangan masih dalam proses evakuasi dan pencarian korban.
Awal Mula Eskalasi Konflik
Ketegangan terbaru bermula pada 2 Maret 2026, ketika serangkaian roket ditembakkan dari wilayah Lebanon ke arah Israel.
Kelompok Hizbullah kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.
Sebagai respons, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon.
Serangan tersebut menyasar berbagai daerah berpenduduk, termasuk wilayah di sekitar ibu kota Beirut.
Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Akibat intensitas serangan yang meningkat, ratusan ribu warga Lebanon dilaporkan mulai meninggalkan rumah mereka.
Banyak warga memilih mengungsi ke wilayah yang dianggap lebih aman untuk menghindari dampak konflik yang semakin meluas.
Situasi ini menimbulkan tekanan besar terhadap sistem kesehatan dan layanan kemanusiaan di Lebanon, terutama karena banyak fasilitas medis juga ikut terdampak serangan.
Organisasi kemanusiaan internasional pun mulai meningkatkan peringatan terkait potensi krisis kemanusiaan jika konflik terus berlanjut dalam waktu lama. (ant/nsp)