Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah
- Instagram Shin Tae-yong777
tvOnenews.com - Sorotan tajam datang dari Shin Tae-yong yang kembali bicara blak-blakan soal kondisi pemain Timnas Indonesia.
Dalam pernyataan terbarunya, ia menilai bahwa bakat besar yang dimiliki pemain Indonesia kerap terhambat oleh dua faktor mendasar: mentalitas dan kondisi fisik.
Pernyataan ini bukan tanpa dasar, melainkan hasil pengamatannya selama lima tahun membangun skuad Garuda dari berbagai kelompok usia.
Kini, peran baru sebagai Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7 membuat Shin kembali membawa perspektif lamanya.
Ia tidak hanya datang dengan pengalaman, tetapi juga membawa evaluasi jujur terhadap fondasi sepak bola nasional.
Baginya, peningkatan kualitas pemain tidak cukup hanya mengandalkan teknik, tetapi harus dibarengi dengan mental kompetitif dan ketahanan fisik yang kuat.
Pengalaman Shin bersama Timnas Indonesia menjadi bukti konkret. Di bawah arahannya, Indonesia mencatat kemajuan signifikan, termasuk menembus fase penting dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Transformasi tersebut menunjukkan bahwa ketika aspek mental dan fisik mulai diperbaiki, potensi pemain Indonesia bisa berkembang jauh lebih maksimal di level internasional.
Mentalitas Jadi Titik Lemah? Ini Pengakuan Jujur Shin Tae-yong
Dalam konferensi pers di Jakarta, Shin secara tegas menyebut bahwa masalah mental menjadi fokus utama sejak awal ia melatih Timnas Indonesia.
“Mungkin kalian semua yang ada di sini tahu bahwa saya sudah lima tahun berada di PSSI. Saya juga sudah banyak belajar juga bagaimana bisa mengembangkan pemain-pemain muda dengan baik dan dengan cara apa,” ujarnya.
Menurutnya, pemain Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan individu yang tidak kalah dari negara lain. Namun, tanpa mental yang kuat, kemampuan tersebut sulit muncul di momen krusial.
“Ada permasalahan mental di pemain-pemain Indonesia. Jadi, pertama kali saya datang ke Indonesia, saya memperbaiki mental para pemain dan juga fisik pemain,” katanya.
Dalam sepak bola modern, mentalitas sering menjadi pembeda. Negara seperti Jepang dan Korea Selatan dikenal memiliki disiplin dan mental juara yang konsisten.
Hal ini terlihat dari performa mereka di turnamen besar, termasuk Piala Dunia. Indonesia, menurut Shin, masih perlu mengejar aspek tersebut agar mampu bersaing secara stabil.
Load more