news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi bendera negara Iran..
Sumber :
  • Antara

Iran Ancam Tutup Jalur Minyak Dunia, Siap Tebar Ranjau di Teluk Persia Jika Diserang AS-Israel

Iran ancam pasang ranjau di Teluk Persia jika diserang AS-Israel. Jalur minyak global terancam lumpuh, harga energi berpotensi melonjak.
Senin, 23 Maret 2026 - 17:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap jalur pelayaran global. Teheran menyatakan siap memasang ranjau laut di seluruh Teluk Persia jika wilayah pantai atau pulau-pulaunya diserang oleh Amerika Serikat dan Israel.

Peringatan keras tersebut disampaikan Dewan Pertahanan Nasional Iran dalam pernyataan resmi yang dilaporkan kantor berita Fars, Senin (23/3/2026).

Iran Siap Tutup Akses Laut Strategis

Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas dengan langkah militer yang berdampak luas, termasuk pemasangan ranjau laut di jalur strategis.

Langkah ini disebut akan menutup akses jalur komunikasi dan pelayaran di Teluk Persia, kawasan yang menjadi salah satu rute energi paling vital di dunia.

Iran bahkan menyebut kondisi tersebut bisa menyerupai penutupan Selat Hormuz dalam jangka waktu panjang, yang berpotensi melumpuhkan lalu lintas maritim internasional.

“Seluruh Teluk Persia akan menghadapi kondisi seperti Selat Hormuz,” demikian isi pernyataan tersebut.

Ranjau Laut Jadi Senjata Strategis

Iran mengungkapkan bahwa ranjau yang akan digunakan tidak hanya satu jenis, tetapi mencakup berbagai varian, termasuk ranjau terapung yang dapat diluncurkan langsung dari garis pantai.

Strategi ini dinilai sangat efektif untuk menghambat pergerakan kapal, baik militer maupun komersial, sehingga meningkatkan risiko keamanan di kawasan tersebut.

Iran juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan akan berada di pihak yang memulai serangan.

Jalur Minyak Global Terancam

Ancaman Iran bukan tanpa konsekuensi global. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur vital distribusi energi dunia, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap harinya.

Jika jalur ini terganggu atau bahkan ditutup, dampaknya akan langsung terasa pada harga minyak global, biaya logistik, hingga stabilitas ekonomi internasional.

Sejak awal Maret 2026, gangguan di kawasan tersebut уже mulai terasa. Biaya pengiriman meningkat, sementara harga minyak dunia ikut terdorong naik akibat kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik.

Iran Batasi Akses Kapal Asing

Dalam pernyataan yang sama, Iran juga menegaskan bahwa negara-negara yang tidak terlibat konflik tetap dapat melintasi Selat Hormuz, namun harus melalui koordinasi dengan pihak Iran.

Pernyataan ini menegaskan kontrol penuh Iran terhadap jalur strategis tersebut dalam situasi krisis, sekaligus menunjukkan potensi pembatasan akses bagi kapal asing.

Konflik Memanas Sejak Februari

Eskalasi konflik di kawasan ini dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara lain di kawasan seperti Yordania dan Irak, termasuk wilayah yang menampung aset militer AS.

Serangan balasan ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memperluas dampak konflik hingga mengganggu sektor penerbangan dan pasar global.

Dampak Global Kian Nyata

Ketegangan yang terus meningkat di Teluk Persia kini menjadi perhatian dunia. Ancaman penutupan jalur pelayaran utama berpotensi memicu krisis energi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak dari kawasan tersebut.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik juga dapat memperburuk kondisi ekonomi global yang saat ini masih rentan akibat berbagai tekanan, termasuk inflasi dan gangguan rantai pasok.

Dengan situasi yang terus berkembang, dunia kini menanti langkah lanjutan dari pihak-pihak terkait, sekaligus berharap konflik tidak berkembang menjadi krisis yang lebih besar.

Ancaman Iran untuk menutup Teluk Persia menjadi sinyal bahwa eskalasi konflik telah memasuki fase yang lebih serius, dengan potensi dampak yang jauh melampaui kawasan Timur Tengah. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral