Olah TKP Insiden Bus ALS vs Truk Tangki, Polisi Temukan Barang yang Dilarang dalam Kabin
Musi Rawas Utara, tvOnenews.com - Polda Sumatera Selatan akan memanggil pihak perusahaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) untuk mendalami penyebab kecelakaan maut yang menewaskan 16 orang di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara.
Penyelidikan dilakukan menggunakan metode traffic accident analysis (TAA), yakni teknik investigasi kecelakaan lalu lintas berbasis teknologi untuk menganalisis secara rinci faktor penyebab kecelakaan.
Polisi menyebut metode tersebut digunakan untuk menentukan unsur penyebab utama kecelakaan, mulai dari faktor manusia, kondisi kendaraan, sarana jalan, hingga cuaca saat kejadian.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara dan rekonstruksi awal, aparat menemukan sejumlah barang yang dinilai melanggar aturan angkutan penumpang. Di dalam kabin bus ditemukan sepeda motor, tabung LPG, serta berbagai perabot rumah tangga.
Menurut kepolisian, kendaraan angkutan penumpang tidak diperbolehkan membawa barang-barang tertentu yang dapat membahayakan keselamatan penumpang atau mengganggu fungsi utama kendaraan sebagai transportasi umum.
Karena itu, polisi akan memeriksa regulator, perusahaan otobus, hingga pihak pengelola kendaraan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran aturan transportasi dalam insiden tersebut.
Sementara itu, proses identifikasi terhadap 16 korban meninggal masih berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.Â
Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengalami kesulitan mengidentifikasi korban karena sebagian besar tubuh korban mengalami luka bakar berat.
Polda Sumatera Selatan telah mengambil sampel DNA dari 11 keluarga korban melalui pemeriksaan darah dan air liur. Selain itu, tim forensik juga melakukan pemeriksaan gigi korban untuk membantu proses pencocokan identitas.
Hingga kini, polisi masih menunggu kedatangan lima keluarga korban lainnya yang berasal dari berbagai daerah seperti Medan dan Lampung untuk melengkapi proses pengambilan sampel DNA.
Selain korban meninggal, sejumlah korban luka berat yang sebelumnya dirawat di rumah sakit di Musi Rawas Utara juga direncanakan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna mendapatkan penanganan lebih intensif.