- ANTARA
Fakta-fakta Negara-negara yang Diberi Izin Iran Lewati Selat Hormuz
3. Thailand
Menurut Kantor Berita Malaysia Bernama, pada 24 Maret, Thailand telah memperoleh izin dari Iran agar salah satu kapal tanker minyaknya dapat melintasi Selat Hormuz setelah melalui koordinasi bilateral.
Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan Kementerian Luar Negeri telah menyerahkan nama dua kapal, satu milik Bangchak Corporation dan satu lagi dioperasikan oleh SCG Chemicals, kepada pihak berwenang Iran.
Dia mengatakan Iran telah memberikan izin kepada kapal tanker minyak Bangchak untuk melintasi Selat Hormuz dan kembali ke Thailand.
"Pada 23 Maret diketahui bahwa kapal Bangchak telah berhasil melewati Selat Hormuz dengan selamat dan kini sedang dalam perjalanan kembali ke Thailand."
"Pihak berwenang Thailand juga sedang mengupayakan izin serupa untuk kapal SCG Chemicals setelah menyerahkan rinciannya ke Iran," katanya kepada wartawan saat konferensi pers pada Selasa.
4. Bangladesh
Menurut laporan Kantor Berita Anadolu pada 26 Maret, Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak yang menuju Bangladesh, bersama dengan beberapa negara lain yang dianggap "sahabat" atau "tidak bermusuhan," untuk melewati Selat Hormuz meskipun ketegangan regional yang sedang berlangsung telah mengganggu pelayaran global.
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada Anadolu bahwa kapal tanker minyak yang menuju Bangladesh diizinkan untuk melintasi Hormuz.
Pejabat kementerian lainnya mengatakan bahwa belum ada "komunikasi resmi dari Iran" yang secara khusus memberikan akses, tetapi mengklarifikasi bahwa kapal-kapal Bangladesh "tidak dikenai pembatasan apa pun."
5. Iran respons positif permohonan kapal Indonesia lintasi Selat Hormuz
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia supaya dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.
Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.
"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl merespons pertanyaan ANTARA terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina, di Jakarta, Jumat.
Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.