- Istimewa
Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar di Madinah, 24 Penumpang Selamat dan Tetap Dijadwalkan Pulang 31 Maret
KJRI Jeddah menyatakan akan terus mengawal proses penanganan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya kompensasi dari perusahaan transportasi yang bertanggung jawab.
Kementerian Luar Negeri Turun Tangan
Kementerian Luar Negeri melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga telah memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan KJRI Jeddah untuk memastikan kondisi para jemaah.
“Seluruh jemaah WNI dinyatakan selamat dan tidak ada korban jiwa atau luka. Mereka telah dievakuasi dengan bus pengganti dan saat ini dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Tim konsuler dari KJRI Jeddah juga dijadwalkan langsung menuju Madinah untuk bertemu dan memastikan kondisi jemaah secara langsung.
Jadwal Kepulangan Tidak Berubah
Meski mengalami insiden, jadwal kepulangan jemaah umrah tetap tidak mengalami perubahan. Seluruh jemaah direncanakan kembali ke Indonesia pada 31 Maret 2026.
Hal ini menjadi kabar baik bagi keluarga jemaah di Tanah Air yang sempat khawatir atas peristiwa tersebut.
Imbauan Kewaspadaan Transportasi
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan transportasi bagi jemaah umrah maupun haji, terutama dalam perjalanan darat antar kota di Arab Saudi.
Pemerintah melalui perwakilan di luar negeri diharapkan terus memperketat pengawasan terhadap mitra transportasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (nsp)