news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Sumber :
  • Anadolu

Sekjen PBB Konfirmasi Seorang Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon, Lainnya Luka-luka

Serangan itu terjadi di sekitar Adchit Al Qusayr saat permusuhan antara Israel dan Hizbullah masih berlangsung.
Senin, 30 Maret 2026 - 10:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres, mengecam keras insiden yang menewaskan seorang prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan.

Serangan itu terjadi di sekitar Adchit Al Qusayr saat permusuhan antara Israel dan Hizbullah masih berlangsung. 

Dalam pernyataannya di akun resmi X, Guterres menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut.

Ia menyebut satu penjaga perdamaian asal Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama.

“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” tulis Guterres, dikutip Senin (30/3/2026).

Ia turut menyampaikan simpati kepada keluarga korban, rekan satuan, serta pemerintah Indonesia.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya,” lanjutnya.

UNIFIL sebelumnya menjelaskan korban jatuh setelah sebuah proyektil meledak di salah satu pos penjagaan mereka dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu malam. Misi PBB di Lebanon itu menegaskan asal proyektil masih belum dapat dipastikan dan penyelidikan resmi telah dibuka. 

“Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr.”

“Kami tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menginvestigasi peristiwa ini,” demikian pernyataan UNIFIL.

Guterres kemudian mengingatkan seluruh pihak yang bertikai agar mematuhi hukum internasional, termasuk kewajiban melindungi personel dan fasilitas PBB dari serangan.

Insiden ini menambah daftar ancaman terhadap keselamatan pasukan perdamaian di Lebanon selatan, kawasan yang kembali memanas akibat eskalasi konflik lintas perbatasan dalam beberapa pekan terakhir. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

11:21
06:19
02:41
01:30
01:04
01:12

Viral