- Kedubes Republik Indonesia untuk Tunisia
Usai Frankfurt, Kini Indonesia Jadi Guest of Honor di Tunisia: Ribuan Buku Karya Anak Bangsa dalam Berbagai Bahasa
Tunis, tvOnenews.com – Kabar membanggakan datang dari dunia literasi dan diplomasi kebudayaan Indonesia. Kementerian Kebudayaan Tunisia secara resmi mengumumkan Indonesia sebagai Tamu Kehormatan (Guest of Honor) dalam ajang bergengsi Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40.
Perhelatan akbar ini dijadwalkan berlangsung mulai 23 April hingga 3 Mei 2026 di Elkram, Tunis.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung dalam jumpa pers yang dihadiri oleh Direktur Pelaksana Pameran Muhammad Shaleh al-Kadri, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia Zuhairi Misrawi pada Jumat (17/4/2026).
- Kedubes Republik Indonesia untuk Tunisia
Duta Besar Zuhairi Misrawi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Tunisia Kais Said atas kepercayaan besar yang diberikan kepada Indonesia.
Prestasi ini mengulang momen bersejarah saat Indonesia menjadi Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair, Jerman, pada 2015 silam.
"Pada tahun 2026 ini, Indonesia menjadi Tamu Kehormatan Pameran Buku Internasional Tunisia. Kegiatan ini akan memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-Tunisia," ujar Dubes kelahiran Sumenep, Madura tersebut.
Bawa 1.000 Buku dan Pemikiran Tokoh Bangsa
Sebagai Tamu Kehormatan, Indonesia tidak tampil setengah-setengah. Dubes Zuhairi mengungkapkan bahwa Indonesia akan memboyong lebih dari 1.000 judul buku yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, mulai dari Arab, Inggris, hingga Prancis.
Tak hanya sekadar memajang buku, paviliun Indonesia juga akan menjadi pusat diskusi pemikiran para tokoh besar bangsa.
"Kami akan mengenalkan pemikiran dan khazanah Indonesia. Akan ada kegiatan diskusi buku karya Bung Karno, Gus Dur, hingga Buya Syafii Maarif. Kami juga akan mengenalkan kebudayaan Nusantara ke masyarakat internasional," pungkas Dubes Zuhairi.
Panggung Global bagi Penerbit Indonesia
Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 ini merupakan ajang raksasa yang melibatkan 37 negara dan lebih dari 400 penerbit dari seluruh dunia.
Menjadi bintang utama di acara ini memberikan peluang besar bagi industri penerbitan Indonesia untuk menembus pasar Afrika Utara dan Timur Tengah.
Partisipasi Indonesia sebagai Guest of Honor diharapkan dapat meluruskan narasi tentang Indonesia sebagai negara dengan khazanah intelektual yang kaya, sekaligus mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama dan demokrasi yang selama ini menjadi ciri khas pemikiran tokoh-tokoh Nusantara.