- Istimewa
Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026: Bawa Imajinasi Nusantara ke Panggung Seni Dunia
Menbud Fadli Zon juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun masa depan kebudayaan. Menurutnya, budaya tidak dapat berkembang sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor, baik pemerintah, publik, maupun swasta. "Budaya adalah sumber identitas, nilai, dan imajinasi, sementara ekonomi kreatif menjadi kekuatan yang mengubah budaya menjadi inovasi, peluang, dan pengaruh global. Karena itu, Indonesia terus memperkuat hubungan antara seni, tradisi, dan industri kreatif, mulai dari seni visual, film, musik, sastra, hingga animasi, gim, dan budaya digital," ujarnya.
Menbud juga menambahkan bahwa Indonesia terus membuka peluang kerja sama internasional melalui penguatan kemitraan budaya, termasuk melalui Dana Indonesiaraya dan berbagai program residensi internasional. "Paviliun Indonesia adalah ruang terbuka untuk dialog, pertukaran gagasan, dan membangun jembatan antarbudaya. Kami mengundang komunitas seni dunia untuk melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam kolaborasi yang lebih bermakna di masa depan," tambahnya.
Turut hadir dalam pembukaan Paviliun Indonesia antara lain:
- David Neo (Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Republik Singapura)
- Junimart Girsang (Duta Besar Indonesia untuk Italia)
- Susi Marleny Bachsin (Duta Besar Indonesia untuk Portugal)
Melalui pameran "Printing the Unprinted", Paviliun Indonesia tidak hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga menawarkan cara pandang tentang sejarah, imajinasi, dan masa depan kebudayaan. Kehadiran Indonesia di Venice Biennale 2026 menjadi penanda penting bahwa seni dapat menjadi ruang diplomasi, kolaborasi, sekaligus percakapan global yang berakar pada pengalaman Nusantara.(chm)