- Antara
Kapal Tanker Iran Dicegat Marinir AS di Laut, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Marinir Amerika Serikat mencegat sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran di laut sebelum akhirnya melepaskannya dan memerintahkan kapal tersebut mengubah haluan.
Insiden itu diumumkan langsung oleh United States Central Command dalam pernyataan resmi pada Kamis (21/5/2026).
Menurut CENTCOM, kapal tanker bernama M/T Celestial Sea tersebut diduga mencoba melanggar blokade yang diberlakukan Amerika Serikat bulan lalu terhadap jalur tertentu yang berkaitan dengan Iran.
Marinir AS Naik ke Kapal Tanker Iran
Dalam operasi tersebut, pasukan Marinir Amerika Serikat dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 atau 31st Marine Expeditionary Unit (MEU) dilaporkan menaiki kapal tanker saat kapal sedang berlayar menuju pelabuhan Iran.
CENTCOM menyebut operasi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan ketat terhadap aktivitas pelayaran di kawasan yang dianggap sensitif.
“Pasukan Amerika melepaskan kapal tersebut setelah melakukan penggeledahan dan mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan,” kata CENTCOM dalam pernyataannya.
Pihak militer AS juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini mereka telah mengalihkan sedikitnya 91 kapal guna memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan Washington.
AS dan Iran Belum Temukan Titik Damai
Insiden pencegatan kapal tanker ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum mencapai kesepakatan damai.
Kedua negara masih terus saling melontarkan ancaman terkait konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya bahkan menyatakan Washington dapat kembali menyerang Iran apabila tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat.
Pernyataan itu membuat situasi geopolitik kawasan semakin memanas dan memicu kekhawatiran akan pecahnya perang lebih luas.
Israel Siaga Penuh Hadapi Potensi Perang
Di tengah memanasnya hubungan AS dan Iran, militer Israel juga meningkatkan status kesiagaan.
Kepala Angkatan Darat Israel, Letnan Kolonel Eyal Zamir mengatakan pasukannya saat ini berada dalam tingkat siaga tertinggi untuk menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan situasi.
“Saat ini, IDF berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan,” kata Zamir.
Israel diketahui terus memantau situasi setelah ancaman perang antara Washington dan Teheran kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Iran Ancam Perluas Perang di Timur Tengah
Sementara itu, Garda Revolusi Islam Iran juga mengeluarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataannya, Iran memperingatkan perang di Timur Tengah bisa meluas jauh keluar kawasan apabila serangan terhadap Teheran kembali terjadi.
“Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan,” kata Garda Revolusi Iran.
Iran juga mengancam akan melancarkan serangan besar apabila Amerika Serikat dan Israel terus melakukan tekanan militer terhadap republik Islam tersebut.
Konflik Masih Memanas Meski Ada Gencatan Senjata
Konflik antara Iran dan pihak yang didukung Amerika Serikat diketahui telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April, kedua pihak hingga kini masih terus bertukar ancaman sambil melakukan negosiasi terkait penyelesaian konflik.
Situasi tersebut membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam tekanan tinggi, terutama setelah insiden pencegatan kapal tanker Iran oleh Marinir AS di tengah jalur pelayaran internasional.
Langkah Washington mencegat kapal tanker Iran juga dipandang sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat tetap memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran yang berkaitan dengan Teheran di tengah belum meredanya konflik geopolitik kawasan. (nsp)