- Antara
Netanyahu Sebut Israel Kini Kuasai 60 Persen Gaza, Targetkan Naik Jadi 70 Persen
“Kami berjanji Hamas tidak akan memerintah Gaza secara sipil maupun militer,” tulisnya.
Ia juga kembali menyinggung rencana yang disebut sebagai “migrasi sukarela” warga Palestina dari Gaza.
Pernyataan itu menuai sorotan karena sebelumnya sejumlah pejabat sayap kanan Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, pernah mendukung relokasi warga Palestina dari Gaza dan pembangunan kembali permukiman Yahudi di wilayah tersebut.
Serangan Israel di Gaza Terus Berlanjut
Dalam beberapa hari terakhir, serangan udara Israel di Gaza juga masih terjadi.
Rumah sakit di Gaza City melaporkan sedikitnya 10 orang, termasuk lima anak-anak, tewas akibat serangan Israel terhadap sebuah bangunan pada Rabu malam.
Militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan dua tokoh penting Hamas di Gaza utara, meski tidak menyebut identitas mereka secara resmi.
Media lokal menyebut target serangan itu kemungkinan adalah komandan batalion Hamas Imad Asleem yang tewas bersama putrinya yang masih remaja.
Serangan tersebut terjadi sehari setelah pemimpin baru sayap militer Hamas, Mohammed Odeh, dilaporkan tewas dalam serangan Israel bersama istri dan dua anaknya.
Militer Israel juga menyatakan serangan terhadap sebuah mobil di Khan Younis pada Selasa menewaskan Ihab Khrizim, yang disebut sebagai kepala jaringan transfer dana Hamas.
Selain itu, Israel juga mengklaim berhasil membunuh Mohammed al-Habash yang disebut sebagai komandan unit produksi senjata Hamas.
Korban Jiwa di Gaza Terus Bertambah
Perang Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan 251 orang lainnya disandera.
Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza yang menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan memicu gelombang pengungsian besar.
Data Kementerian Kesehatan Gaza per 12 Mei 2026 mencatat sebanyak 72.742 warga Palestina tewas dan 172.565 lainnya terluka sejak perang dimulai.
Dari jumlah korban meninggal tersebut, sedikitnya 21.283 di antaranya merupakan anak-anak. (nsp)