news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penjaga Pantai Taiwan saat melakukan evakuasi awak kapal Indonesia yang terluka karena tersengat ikan pari..
Sumber :
  • cga.gov.tw

Penjaga Pantai Taiwan Selamatkan ABK Indonesia yang Tersengat Ikan Pari, Helikopter Black Hawk Dikerahkan untuk Evakuasi

Pusat Komando Operasi Administrasi Penjaga Pantai Taiwan beberapa waktu lalu mengerahkan helikopter black hawk untuk menyelamatkan ABK Indonesia yang tersengat ikan pari.
Jumat, 26 Juni 2026 - 13:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pusat Komando Operasi Administrasi Penjaga Pantai Taiwan (Coast Guard Administration/CGA) berhasil menyelamatkan seorang Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang mengalami kondisi darurat pada tanggal 7 Mei 2026 lalu.

ABK tersebut diselamatkan dalam kondisi terombang-ambing sekitar 138 mil laut di tenggara Tanjung Eluanbi setelah ditemukan terluka akibat serangan ikan pari.

Akibat tusukan racun ikan pari tersebut, korban mengalami pembengkakan dan pendarahan pada bagian betis dan beresiko tinggi untuk terkena infeksi.

Melansir laporan resmi CGA, ABK tersebut berhasil diselamatkan setelah Pusat Komando Operasi Administrasi Penjaga Pantai Taiwan menerima laporan dari nakhoda kapal penangkap ikan berbendera Taiwan “Jin Yuan Chun No. 6”.

Otoritas Kerahkan Helikopter untuk Evakuasi

Menindaklanjuti laporan tersebut, otoritas Taiwan mengerahkan upaya penyelamatan dengan mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dan mengerahkan operasi terpadu, baik melalui laut maupun udara.

Penjaga Pantai Taiwan kemudian menerjunkan sebuah kapal dan helikopter untuk menyelamatkan korban. Kapal “Chenggong” terlebih dahulu diberangkatkan untuk melakukan penjemputan terhadap awak kapal yang terluka.

Selanjutnya, Tim Evakuasi Udara Skuadron Ketiga Kaohsiung dari National Airborne Service Corps diberangkatkan menggunakan helikopter Black Hawk, yang lepas landas dari Bandara Xiaogang pada tanggal 8 Mei menuju lokasi yang telah ditentukan. 

Proses evakuasi dilakukan dengan metode hoist atau pengangkatan menggunakan tali. Meski menghadapi kondisi laut yang cukup menantang, tim penyelamat berhasil melakukan evakuasi dan mengamankan korban.

Korban kemudian dibawa menggunakan helikopter dan tiba  di Bandara Xiaogang pada pukul 17.58 sore hari waktu setempat.

Berdasarkan keterangan otoritas setempat, korban berada dalam kondisi sadar dengan tanda-tanda vital stabil saat dievakuasi. Setelah tiba di darat, korban langsung diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Ketua Dewan Urusan Kelautan (Ocean Affairs Council) Taiwan, Kuan Bi-ling, menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan di laut merupakan tindakan kemanusiaan sehingga kerja sama internasional sangat diperlukan.

Pihak Penjaga Pantai Taiwan menegaskan bahwa operasi penyelamatan di laut dilakukan tanpa membedakan kewarganegaraan korban.

"Coast Guard Administration dan negara-negara tetangga kerap melaksanakan operasi penyelamatan bersama di wilayah perairan yang saling berbatasan. Melalui kerja sama lintas negara, pembentukan jalur komunikasi, serta penyelenggaraan latihan bersama, tujuannya adalah untuk bersama-sama menjaga keselamatan pelayaran di laut dan melindungi keselamatan jiwa seluruh orang yang bekerja maupun beraktivitas di laut, tanpa memandang kewarganegaraannya," ujar Kuan Bi-ling dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).

Otoritas Taiwan juga menegaskan komitmen mereka untuk memberikan bantuan darurat bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan di perairan Taiwan tanpa memandang latar belakang pihak yang membutuhkan, termasuk awak kapal berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di kawasan tersebut.

Dalam upaya mengantisipasi kejadian serupa, otoritas Penjaga Pantai Taiwan melakukan pelatihan evakuasi medis di laut secara rutin guna memastikan setiap misi dapat dilaksanakan dengan cepat dan aman. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
07:53
06:02
02:55
04:58
07:02

Viral