- Antara
Kenapa Penerus Ali Khamenei Malah Absen di Pemakaman Sang Ayah? Intelijen AS Klaim Kondisi Fisik Mojtaba Khamenei Cacat Permanen
"Dengan tidak tampil di depan umum, ia menghindari munculnya kesan bahwa dirinya berada dalam kondisi rentan atau lemah, di saat pemerintah Iran tengah mati-matian membangun citra ketangguhan, persatuan, dan kekuatan absolut di mata dunia," ulas Mortazavi.
Risiko pembunuhan juga menjadi pertimbangan yang sangat rasional.
Laporan The New York Times edisi 4 Juli menegaskan, para petinggi militer Iran sangat khawatir jika Mojtaba muncul di ruang terbuka, hal itu akan membuka celah emas bagi agen intelijen Mossad Israel untuk melakukan eksekusi lanjutan.
Ketegangan kian dipanaskan oleh komentar bernada ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Ia secara blak-blakan menyindir kerentanan para elite Iran yang saat ini tengah berkumpul di satu titik pemakaman.
- Anadolu via Antara.
"Mereka semua ada di sana. Satu serangan saja dan kita bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukan itu," cetus Trump dalam wawancara eksklusif bersama Axios.
Situasi di Teheran sendiri kini berada di titik didih yang sangat rawan, meskipun saat ini gencatan senjata rapuh selama 60 hari tengah berjalan demi membuka kembali Selat Hormuz.
Wartawan The New York Times di lokasi melaporkan, lautan massa di Grand Mosalla seketika mengamuk dan meneriakkan slogan "Balas dendam, tidak ada kompromi, hancurkan Amerika!" setelah penyair nasional Mohammad Rasouli menyerukan kematian bagi Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Ini akan menjadi aib terbesar bagi kami jika kami tidak membunuh orang yang telah membunuhmu!" teriak Rasouli secara emosional di hadapan jenazah Ali Khamenei.
Dengan kondisi Mojtaba Khamenei yang masih misterius dan disembunyikan di bunker rahasia, fokus prosesi pemakaman 6 hari ini kini bergeser total.
Pemakaman ini tak lagi menjadi panggung transisi kekuasaan, melainkan berubah menjadi altar deklarasi perang dan sumpah balas dendam berdarah Iran terhadap poros Amerika-Israel.