news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Hubungan ekonomi Indonesia dan Makau memasuki fase semakin strategis, tidak hanya melalui pariwisata..
Sumber :
  • Antara

Indonesia dan Makau Perkuat Kerja Sama Ekonomi, 120 Business Matching Digelar

Hubungan ekonomi Indonesia dan Makau memasuki fase semakin strategis, tidak hanya melalui pariwisata.
Rabu, 2 September 2026 - 12:27 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Hubungan ekonomi Indonesia dan Makau memasuki fase semakin strategis, tidak hanya melalui pariwisata, tetapi juga perdagangan, investasi, ekonomi kreatif, teknologi, kesehatan, produk halal, farmasi, hingga industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE). Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam Macao Economic, Trade and Tourism Investment Promotion Seminar yang digelar Pemerintah Daerah Khusus Makau di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Acara dihadiri lebih dari 350 tamu, termasuk Kepala Eksekutif Daerah Khusus Makau Tsang Ho-Fai, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Susiwijono Moegiarso, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lu-tong, delegasi pemerintah dan pengusaha Makau, serta pelaku usaha Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut digelar lebih dari 120 pencocokan dan pertukaran bisnis yang menghasilkan sekitar 40 perjanjian kerja sama atau surat pernyataan niat.

Chairman of the Macao Trade and Investment Promotion Institute (IPIM) Mr Xie Yongqiang mengatakan kegiatan itu menunjukkan besarnya potensi kolaborasi antara perusahaan Makau dan Indonesia. Selama dua hari pertukaran bisnis, pihaknya melihat peluang signifikan pada sektor farmasi, produk kesehatan, dan produk khusus lainnya.

“Sebagai lembaga promosi investasi Daerah Administratif Khusus Makau, kami bertujuan untuk sepenuhnya memanfaatkan peran Makau sebagai platform antara Tiongkok dan pasar internasional,” ujar Xie.

Menurut Xie, IPIM memiliki enam kantor perwakilan di China daratan yang dapat membantu perusahaan asing memanfaatkan Makau untuk memperluas produk dan layanan ke kawasan Greater Bay Area Guangdong-Hong Kong-Macao dan pasar China daratan. Perusahaan Indonesia juga dapat menggunakan Makau sebagai basis pengembangan produk, promosi, dan sertifikasi sebelum memasuki pasar konsumen China.

Selain itu, Makau memiliki hubungan erat dengan sembilan negara berbahasa Portugis sehingga dapat menjadi penghubung bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas bisnis ke pasar tersebut.

Xie juga memperkenalkan Skema Toko Pertama yang memberikan dukungan maksimal sekitar MOP1 juta bagi perusahaan luar negeri yang membuka toko pertama di Makau. Program itu ditujukan untuk memperkaya sektor pariwisata dan konsumsi melalui masuknya makanan, produk khusus, dan merek internasional.

“Kami menyambut perusahaan, termasuk dari Indonesia, untuk secara aktif mempertimbangkan Makau sebagai platform untuk memasuki pasar Tiongkok dan memperluas bisnis internasional mereka,” katanya.

Dari sisi pariwisata, Direktur Macao Government Tourism Office (MGTO) Maria Helena de Senna Fernandes mengatakan hampir 88.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Makau pada semester I 2026. Ini menempatkan Indonesia dalam 10 besar pasar wisatawan internasional Makau.

“Pada paruh pertama tahun ini, Makau menerima hampir 88.000 pengunjung dari Indonesia, yang mencerminkan kuat dan meningkatnya minat terhadap destinasi kami,” ujar Maria.

Makau mencatat lebih dari 40 juta kunjungan wisatawan pada 2025 dan menargetkan 41 juta kunjungan pada 2026. Untuk memperkuat pasar Indonesia, MGTO meningkatkan promosi melalui seminar, business matching, roadshow, pameran pariwisata, platform digital, kreator konten, serta pengembangan destinasi ramah Muslim.

MGTO juga memproduksi konten berbahasa Indonesia, termasuk serial mikro-drama yang memperkenalkan destinasi ikonik, wisata komunitas, dan pengalaman ramah Muslim. Potensi budaya, festival, kuliner, serta MICE turut dikembangkan, sementara kerja sama dengan pelaku industri perjalanan diperkuat melalui nota kesepahaman dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo).

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi menyampaikan Makau memiliki reputasi internasional melalui stabilitas, keterbukaan, dan konektivitas. Indonesia melihat peluang kerja sama luas, terutama pada produk halal, industri farmasi tradisional, dan interkonektivitas.

Edi menyebut hubungan perdagangan dan pertukaran masyarakat kedua wilayah telah berkembang, termasuk investasi perusahaan Makau di sektor konstruksi dan transportasi. Wisatawan Indonesia ke Makau pada tahun sebelumnya juga mencapai lebih dari 200.000 orang. Indonesia telah menerapkan bebas visa bagi pemegang paspor Daerah Khusus Makau untuk mendorong mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Daerah Khusus Makau Tsang Ho-Fai menilai pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 China dan Rencana Lima Tahun ke-3 Daerah Khusus Makau akan membuka peluang baru bagi hubungan ekonomi Indonesia-Makau. Menurutnya, kedua wilayah memiliki posisi penting dalam konektivitas Jalur Sutra Maritim sehingga ruang kerja sama masih sangat besar.

Xie menegaskan Makau bukan hanya kota wisata, melainkan platform penting China untuk memperkuat keterbukaan dan kerja sama internasional. IPIM berharap hubungan dengan perusahaan dan lembaga dari berbagai negara semakin erat sehingga lebih banyak proyek internasional dapat direalisasikan.

Penguatan hubungan Indonesia-Makau diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi berkembang menjadi kerja sama perdagangan, investasi, ekonomi kreatif, MICE, farmasi, produk kesehatan, dan perluasan akses pelaku usaha Indonesia ke pasar China serta pasar internasional.(chm)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:08
01:39
13:37
01:04
01:37
04:59

Viral