news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Respsi Diplomatik memperingati HUT ke-81 RI yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town..
Sumber :
  • KJRI Cape Town

Gelar Resepsi Diplomatik, KJRI Cape Town Dorong Kedekatan Sejarah Indonesia-Afrika Selatan Jadi Kemitraan Ekonomi

KJRI Cape Town memperkuat hubungan Indonesia-Afrika Selatan melalui diplomasi budaya dan ekonomi, dengan mendorong berbagai peluang kerja sama melalui pendekatan kedekatan sejarah.
Sabtu, 19 September 2026 - 14:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town menggelar Resepsi Diplomatik untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan, pada 17 September 2026.

Resepsi diplomatik tersebut dihadiri Western Cape Minister of Mobility, Hon. Isaac Sileku, sebagai Tamu Kehormatan.

Sejumlah Konsul Jenderal dan perwakilan negara sahabat, pejabat Pemerintah Western Cape, tokoh masyarakat, pemuka agama, pelaku usaha, akademisi, hingga perwakilan media, termasuk Voice of the Cape, turut hadir.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah KJRI Cape Town dalam mempererat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan. Hubungan kedua negara memiliki akar sejarah, budaya, serta semangat perjuangan yang kuat.

Selain memperkuat hubungan antarmasyarakat, KJRI Cape Town juga mendorong agar kedekatan tersebut berkembang menjadi kerja sama bilateral yang lebih konkret di berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Cape Town Tudiono mengatakan hubungan Indonesia dan Afrika Selatan memiliki fondasi sejarah yang kuat sekaligus peluang besar untuk dikembangkan menjadi kemitraan yang konkret dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

Kedekatan Indonesia dan Afrika Selatan telah terbentuk sejak berabad-abad lalu. Salah satu jejak sejarah tersebut terlihat dari kehadiran sejumlah tokoh asal Nusantara di Cape pada masa kolonial, seperti Syekh Yusuf Al-Makassari, Tuan Guru, dan Dea Malela.

Tokoh-tokoh tersebut meninggalkan warisan yang turut berkontribusi terhadap perkembangan masyarakat Cape hingga saat ini.

Menurut Konjen RI, sejarah bersama Indonesia dan Afrika Selatan tidak cukup hanya untuk dikenang. Warisan tersebut perlu menjadi pijakan dalam membangun kerja sama untuk masa depan.

“Kedekatan sejarah dan budaya harus terus kita terjemahkan menjadi kerja sama nyata di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan konektivitas,” ujar Konjen RI dikutip Sabtu (19/9/2026).

Afrika Selatan juga memiliki posisi strategis bagi Indonesia karena menjadi satu-satunya Mitra Strategis Indonesia di Benua Afrika.

Kedua negara juga berada dalam forum G20 dan BRICS, sehingga membuka ruang lebih besar untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendorong kerja sama di antara negara-negara Global South.

Indonesia dan Afrika Selatan Punya Jejak Perjuangan Antikolonial

Western Cape Minister of Mobility, Hon. Isaac Sileku, turut menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia.

Dalam sambutannya, Sileku menggarisbawahi perjalanan panjang Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan melawan kolonialisme. Ia juga menyinggung peran Indonesia dalam penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955.

Menurut Sileku, sejarah tersebut menjadi salah satu fondasi yang mempererat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan. Di sisi lain, peluang kerja sama kedua negara semakin terbuka karena Indonesia dan Afrika Selatan sama-sama berstatus Mitra Strategis serta menjadi anggota G20 dan BRICS.

Hubungan bilateral kedua negara juga semakin mendapat momentum setelah Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Oktober 2025.

Kunjungan tersebut menunjukkan besarnya ruang kerja sama yang dapat dikembangkan, mulai dari perdagangan, investasi, pertanian, pariwisata hingga pertahanan.

Sileku menilai kedekatan sejarah Indonesia dan Afrika Selatan dapat menjadi pijakan untuk memperkuat hubungan yang lebih konkret. Kerja sama ekonomi dinilai menjadi salah satu bidang yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

Diplomasi Budaya Perkuat Hubungan Indonesia-Afrika Selatan

Resepsi diplomatik KJRI Cape Town juga diwarnai sejumlah pertunjukan seni tradisional Indonesia. Acara dibuka dengan Tari Saman dari Aceh yang ditampilkan Sanggar Tari EAON.

Sanggar tersebut dibina oleh alumni penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI). Keberadaan sanggar menjadi salah satu gambaran keberlanjutan diplomasi budaya Indonesia di Afrika Selatan.

Para tamu kemudian menyaksikan Tari Lenggang Nyai dari Betawi yang dibawakan Aira Sherasati Tudiono. Pertunjukan dilanjutkan dengan Dendang Mangkasara dari Makassar oleh Sanggar Tari EAON.

Rangkaian pertunjukan tersebut mendapat sambutan positif dari para tamu. Selain menjadi bagian dari diplomasi budaya, penampilan seni itu memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan dan komunitas diplomatik di Cape Town.

KJRI Cape Town selama ini juga menjalankan berbagai program untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Di antaranya program Bahasa Indonesia yang kini memasuki angkatan kesembilan, Indonesian Folk Market, Indonesian Film Festival, serta berbagai kegiatan promosi budaya dan ekonomi.

Pada sektor ekonomi, KJRI Cape Town turut mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Semakin dikenalnya produk-produk Indonesia di pasar Afrika Selatan, berkembangnya kuliner Indonesia di Western Cape, serta meningkatnya kunjungan wisatawan Afrika Selatan ke Indonesia menjadi bagian dari perkembangan interaksi masyarakat dan pelaku usaha kedua negara.

Konjen RI menegaskan berbagai perkembangan tersebut merupakan bagian dari upaya KJRI Cape Town mengubah kedekatan sejarah dan hubungan antarmasyarakat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih produktif.

Resepsi Diplomatik HUT ke-81 RI sekaligus menjadi momentum bagi KJRI Cape Town untuk kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mempererat persahabatan dengan Afrika Selatan dan Western Cape.

Hubungan kedua pihak diharapkan tidak hanya terus bertumpu pada sejarah, tetapi juga semakin diarahkan pada peluang kerja sama dan kemakmuran bersama.

Sebagaimana disampaikan Konjen RI, hubungan Indonesia dan Afrika Selatan merupakan hubungan yang “shaped by history, strengthened by people, and increasingly driven by shared opportunities” — dibentuk oleh sejarah, diperkuat oleh hubungan antarmasyarakat, dan semakin digerakkan oleh peluang bersama. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral