- Pertamina
Aljazair Buka Pintu Lebar untuk Investasi Migas Indonesia, Pertamina Diundang Ikut Lelang 2027
Jakarta, tvOnenews.com - Aljazair membuka peluang lebih besar bagi perusahaan energi Indonesia untuk meningkatkan keterlibatan di industri minyak dan gas bumi (migas) negara Afrika Utara tersebut.
Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Yusron Ambary mengatakan peluang investasi tersebut mengemuka dalam pertemuannya dengan Menteri Negara urusan Hidrokarbon Aljazair Mohamed Arkab dan Presiden Badan Nasional Peningkatan Nilai Hidrokarbon Aljazair (ALNAFT) Albdelkader Cherfaoui.
Pertemuan yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026) itu membahas penguatan kerja sama energi antara Indonesia dan Aljazair.
Menurut Yusron, perluasan kerja sama dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat akses terhadap sumber daya strategis, mendukung ketahanan energi dan pangan, serta memperluas investasi perusahaan nasional di Afrika Utara.
"Perluasan kerja sama tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat akses terhadap sumber daya strategis, mendukung ketahanan energi dan pangan, serta memperluas investasi perusahaan nasional di Afrika Utara," kata Yusron dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pertamina diundang ikut lelang ladang migas Aljazair
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Negara urusan Hidrokarbon Aljazair Mohamed Arkab secara khusus mengundang Pertamina dan perusahaan-perusahaan swasta migas Indonesia untuk berinvestasi di Aljazair.
Arkab juga menyambut keikutsertaan Pertamina dalam Algeria Bidding Round 2026.
Tidak hanya itu, Aljazair berharap lebih banyak perusahaan energi Indonesia ikut ambil bagian dalam lelang ladang migas pada 2027.
Keikutsertaan perusahaan Indonesia dalam lelang tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperluas investasi sektor energi Indonesia di Aljazair.
Arkab juga mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama jajaran perusahaan energi Indonesia untuk berkunjung langsung ke Aljazair.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pemerintah dan perusahaan energi Indonesia melihat secara langsung potensi ladang migas serta sumber energi lain yang tersedia di Aljazair.
ALNAFT siapkan pemaparan peluang investasi
Presiden ALNAFT Albdelkader Cherfaoui turut menawarkan langkah lanjutan untuk memperkenalkan potensi industri migas Aljazair kepada calon mitra dari Indonesia.
Menurut Yusron, ALNAFT mengusulkan pertemuan khusus dengan mitra energi Indonesia.
Pertemuan tersebut nantinya dapat menjadi forum bagi pihak Aljazair untuk memaparkan secara langsung sejumlah hal yang berkaitan dengan investasi energi.
Materi yang akan dibahas mencakup potensi migas Aljazair, peluang investasi, hingga regulasi yang berlaku di negara tersebut.
Langkah itu diharapkan dapat membantu perusahaan energi Indonesia memahami peluang sekaligus ketentuan investasi di sektor migas Aljazair sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Diplomasi energi Indonesia-Aljazair terus diperkuat
Pertemuan Yusron dengan dua petinggi sektor energi Aljazair tersebut merupakan kelanjutan dari diplomasi energi yang dilakukan KBRI Alger.
Sebelumnya, KBRI Alger telah melakukan pertemuan dengan CEO Sonatrach, perusahaan minyak dan gas nasional Aljazair, Nour Eddine Daoudi, pada 9 September 2026.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua petinggi energi Aljazair mengakui posisi Indonesia sebagai mitra strategis Aljazair di sektor energi.
Yusron berharap perusahaan energi Indonesia dapat semakin mempertimbangkan peluang investasi yang tersedia di Aljazair.
KBRI Alger juga menyatakan kesiapan untuk menjadi penghubung antara perusahaan dan pemangku kepentingan dari kedua negara dalam menjajaki kerja sama tersebut.
"Hubungan antarnegara bukan hanya tentang membangun kepercayaan, tetapi juga membuka peluang, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat kedua bangsa," ujar Yusron.
Tak hanya migas, fosfat juga jadi peluang kerja sama
Peluang kerja sama Indonesia dan Aljazair tidak terbatas pada sektor minyak dan gas bumi.
Yusron menyebut sumber daya strategis lain seperti fosfat juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kerja sama kedua negara.
Aljazair diketahui memiliki cadangan fosfat nasional dengan nilai total yang diperkirakan mencapai 2,2 miliar ton.
Potensi tersebut membuka ruang bagi perusahaan Indonesia untuk mempertimbangkan sektor sumber daya strategis lainnya di Aljazair, sejalan dengan upaya memperluas hubungan ekonomi dan investasi kedua negara.
Dengan adanya undangan kepada Pertamina dan perusahaan migas swasta Indonesia, Aljazair berharap keterlibatan perusahaan energi Indonesia di negara tersebut dapat semakin meningkat, termasuk melalui keikutsertaan dalam lelang ladang migas pada 2027.