- tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim–Arab Saudi, Catatkan Potensi Transaksi Fantastis Rp6,71 triliun
Dalam kurun 2022–2026, Misi Dagang Luar Negeri Jawa Timur telah mencatatkan total transaksi sebesar Rp33,17 triliun melalui 122 transaksi. Khusus dengan Arab Saudi, tercatat tiga transaksi senilai Rp8,12 miliar pada periode tersebut.
Sebanyak 41 pelaku usaha telah difasilitasi dalam kegiatan Misi Dagang Luar Negeri Jawa Timur selama 2022–2026 dengan melibatkan berbagai organisasi usaha, antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), serta Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI).
Sebelumnya, misi dagang dan investasi telah dilaksanakan dengan Arab Saudi dan Malaysia pada 2022, Timor Leste dan Hong Kong pada 2023, Jepang pada 2024, Singapura pada 2025, Malaysia pada April 2026, serta Hong Kong pada Juli 2026.
“Jawa Timur ingin hadir bukan hanya sebagai daerah penghasil, tetapi juga sebagai mitra strategis. Kita siap mempertemukan kekuatan industri, ekosistem halal, konektivitas logistik, dan pelaku usaha Jawa Timur dengan kebutuhan pasar Arab Saudi,” pungkasnya.
Delegasi Arab Saudi yang hadir merupakan representasi berbagai perusahaan dan kelompok usaha yang bergerak di beragam sektor, termasuk perdagangan, pangan, produk halal, farmasi, kosmetik, parfum, ritel, investasi, serta sektor pendukung lainnya.
Investor dan pelaku usaha yang hadir antara lain Binaaxis Co., Mukaabat Alrawasi Est Trade, Silal Al Khair Est, Saudi Lara Co. Ltd., Falcon Group Global, BPKH Limited, Arabian Rose Trading Company, Salem Salmeen Bin Mahfooz Trading Est., Al Raqeeb Universal Group, Ahmed Mohamed Saleh Baeshen & Co., Goody Company, Siafa Dates/Al Alwani Group, Unicare Pharma, Saudi Factory for Perfumes & Cosmetics, Lulu Saudi HM LLC, Al Nafea Foods Co., Saudi Arabia–Indonesia Business Council, serta berbagai perusahaan dan kelompok usaha lainnya.
Kehadiran sekitar 50 perusahaan dan pelaku usaha Arab Saudi menjadi modal penting untuk mempertemukan kebutuhan pasar Arab Saudi dengan potensi produk, industri, dan investasi yang dimiliki Jawa Timur. (hen)