news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bendera Iran.
Sumber :
  • ANTARA

Iran Tegaskan Tak Lagi Percaya AS, Pertemuan Pezeshkian-Trump Belum Jadi Prioritas

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran tak lagi percaya pada AS setelah serangan dan sanksi Washington serta menuntut kejelasan MoU.
Minggu, 27 September 2026 - 21:27 WIB
Reporter:
Editor :

Doha, tvOnenews.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tidak lagi mempercayai proses perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan setelah hubungan kedua negara kembali diwarnai konflik dan sanksi dari Washington.

Pezeshkian mengatakan Iran belum melihat dasar yang cukup untuk membangun kesepahaman baru dengan AS. Menurutnya, sikap Washington setelah serangan dan penerapan sanksi membuat Teheran mempertanyakan prospek perundingan kedua negara.

"Kami tidak mempercayai pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dengan mereka akan dicapai," kata Pezeshkian kepada Al Jazeera dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu.

Iran Sampaikan Pesan Lewat Mediator

Meski menyatakan tidak lagi percaya terhadap proses perundingan dengan AS, Teheran tetap menyampaikan pesan kepada Washington melalui sejumlah mediator.

Pezeshkian menyebut Qatar dan Pakistan menjadi perantara pesan Iran kepada pihak AS. Salah satu hal yang ingin diperjelas Teheran adalah sikap Washington terhadap nota kesepahaman atau MoU yang sebelumnya telah dicapai kedua negara.

Menurut Pezeshkian, Iran mengharapkan Amerika Serikat memberikan kejelasan mengenai posisi mereka terhadap kesepakatan tersebut.

Langkah melalui mediator itu menjadi bagian dari komunikasi antara kedua negara di tengah hubungan yang kembali tegang setelah konflik bersenjata yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Pezeshkian Tak Melihat Kebutuhan Bertemu Trump

Pezeshkian juga menyatakan belum melihat adanya kebutuhan untuk bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

Menurutnya, pertemuan tersebut belum diperlukan selama Amerika Serikat belum memenuhi kesepakatan yang sebelumnya telah ditandatangani.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pelaksanaan kesepakatan sebelumnya menjadi salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian Teheran dalam hubungan dengan Washington.

Iran sebelumnya telah mencapai nota kesepahaman dengan AS untuk menghentikan permusuhan setelah kedua negara terlibat dalam konflik bersenjata.

Konflik AS-Iran Kembali Berkobar

Konflik antara Iran dan AS pecah setelah Washington bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut kemudian memicu aksi balasan dari Iran. Saling serang antara pihak-pihak yang terlibat berlangsung selama beberapa bulan dan meningkatkan ketegangan di kawasan.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS kemudian sepakat menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan permusuhan.

Namun, kesepakatan tersebut belum mampu menyelesaikan konflik secara permanen. Bentrokan bersenjata antara kedua negara kembali terjadi setelah nota kesepahaman dicapai.

Hingga kini, persoalan antara Teheran dan Washington masih belum terselesaikan.

Iran Pertanyakan Komitmen Washington

Dalam situasi tersebut, Pezeshkian menempatkan pemenuhan kesepakatan sebelumnya sebagai salah satu hal penting sebelum pembicaraan lebih lanjut dapat dilakukan.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Iran yang masih mempertanyakan komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan yang telah dibuat.

Di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda, komunikasi antara kedua pihak tetap berlangsung melalui jalur mediator. Qatar dan Pakistan menjadi pihak yang disebut Pezeshkian dalam penyampaian pesan Teheran kepada Washington.

Iran kini menunggu kejelasan mengenai sikap AS terhadap MoU yang sebelumnya telah dicapai sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam hubungan kedua negara.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral