- Istimewa
Fadli Zon dan Menbud Prancis Sepakat Perkuat Kerja Sama Budaya, dari Warisan Budaya hingga Perfilman
Paris, tvOnenews.com — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Republik Prancis Catherine Pégard di Paris, Rabu (7/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat memperkuat kemitraan strategis kebudayaan Indonesia-Prancis melalui sejumlah agenda konkret.
Kerja sama mencakup peningkatan visibilitas budaya Indonesia di Prancis, pelindungan warisan dan situs budaya, perfilman dan industri budaya, serta kerja sama di bidang museum, sastra, musik, penciptaan kontemporer, dan UNESCO.
Dialog bilateral turut dihadiri Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, Ketua ALIPH Bariza Khiari, Direktur ALIPH Valery Freland, serta Presiden Centre des monuments nationaux (CMN) Marie Lavandier.
Mereka merupakan mitra utama dalam pelindungan warisan budaya serta pengelolaan dan pengembangan situs bersejarah.
Menbud Fadli Zon menjelaskan, kerja sama budaya kedua negara melalui Deklarasi Borobudur 2025 terus berkembang di berbagai bidang.
“Indonesia dan Prancis memiliki hubungan budaya yang panjang dan sangat kaya. Kami ingin kemitraan ini semakin konkret, resiprokal, dan memberi ruang yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara untuk mengenal kekayaan budaya satu sama lain,” ujar Fadli Zon.
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon juga menyampaikan rencana penguatan visibilitas kebudayaan Indonesia di Prancis melalui sejumlah program budaya.
Di antaranya konser atau resital musik Indonesia, pameran mode yang menampilkan tradisi tekstil dan kreativitas kontemporer Indonesia, serta pameran seni rupa Indonesia.
“Indonesia adalah negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Kami ingin semakin banyak karya, seniman, musisi, desainer, dan ekspresi budaya Indonesia hadir dan dikenal oleh masyarakat Prancis,” tegas Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard menyambut positif rencana tersebut dan menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan serta kerja sama budaya kedua negara.
“Prancis menyambut baik meluasnya kerja sama kebudayaan dengan Indonesia. Institusi-institusi kebudayaan Prancis siap mendukung berbagai inisiatif bersama, baik dalam memperkuat kehadiran budaya Indonesia di Prancis maupun dalam pelindungan warisan budaya,” ujar Pégard.
- Istimewa
Kerja Sama Pelindungan Warisan Budaya
Pelindungan warisan budaya menjadi salah satu pembahasan utama melalui kerja sama dengan ALIPH Foundation.
Lembaga tersebut berfokus pada pelindungan warisan budaya yang terdampak konflik, krisis, dan bencana alam.
Setelah keberhasilan konservasi Masjid Wapauwe di Maluku pada 2025, Kementerian Kebudayaan akan kembali bekerja sama dengan ALIPH dalam revitalisasi 10 proyek prioritas di delapan provinsi.
Sepuluh proyek tersebut meliputi Tjong A Fie House di Medan; Rumah Betang di Putussibau, Kalimantan Barat; kawasan Kota Tua Jakarta dan Museum Bahari; Candi Borobudur di Jawa Tengah; Desa Sendangduwur di Jawa Timur; Gua Leang Karampuang di Sulawesi Selatan; rumah vernakular Mabur di Alor, Nusa Tenggara Timur; Gereja Santo Petrus dan Paulus di Lorulun, Kepulauan Tanimbar; Desa Adat Kaitetu di Maluku Tengah; serta Museum Rumphius di Hila, Maluku Tengah.
Dorong Kolaborasi Perfilman
Di sektor perfilman, Kementerian Kebudayaan tengah mendorong pembentukan Indonesia International Film Co-production Fund yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027, dengan dukungan teknis dari Centre National du Cinéma et de l'Image Animée (CNC) Prancis.
Kedua negara juga menyiapkan Indonesia-France Film Lab ke-3 di JAFF Market serta membahas upaya memperkuat kehadiran Indonesia di Cannes 2028.
“Hubungan dan jejaring yang telah dibangun dengan CNC sangat kuat dan sangat baik,” ujar Catherine Pégard seraya mendorong penguatan kerja sama perfilman kedua negara.
Di bidang warisan budaya dan museum, kedua menteri juga menindaklanjuti kerja sama peningkatan kapasitas konservasi dan permuseuman melalui CMN, lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pelestarian, dan pengembangan monumen bersejarah di Prancis.
Fadli Zon menekankan pentingnya penguatan konservasi Borobudur, termasuk pelindungan relief dari tekanan lingkungan dan perubahan iklim.
- Istimewa
Penguatan Kerja Sama Sastra
Sementara itu, dalam penguatan ekosistem sastra, Indonesia dan Prancis terus memperkuat kerja sama penerjemahan, penerbitan, serta hubungan antara penulis dan penerbit.
“Tahun 2026 juga menandai 150 tahun perjalanan Arthur Rimbaud ke Jawa, khususnya Semarang dan Salatiga pada 1876. Rimbaud adalah penyair besar Prancis pelopor surealisme dan simbolisme abad ke-19,” ujar Fadli Zon.
Program residensi sastra Rimbaud 2026-2027 juga telah berjalan dengan penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert sebagai residen pertama di Semarang sejak September 2026.
Di tingkat multilateral, Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas dukungan Prancis bagi Indonesia dalam pemilihan anggota UNESCO Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026-2030.
Penguatan kerja sama di berbagai bidang tersebut menegaskan bahwa kebudayaan merupakan salah satu pilar utama dalam hubungan Indonesia-Prancis.
“Momentum positif ini harus diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang nyata, resiprositas, pertukaran keahlian, serta pertumbuhan ekosistem budaya yang berkelanjutan sebagai fondasi penting bagi hubungan kedua negara,” katanya.