- Facebook/Arquidiócesis de Guayaquil
Mengenal Pastor Patricio Alfredo Sanchez Molinari yang Meninggal usai Tertimpa Salib saat Pimpin Misa di Guayaquil, Ekuador
Kepergiannya meninggalkan duka bagi komunitas keagamaan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pelayanannya.
Komunitas religius di Vinces juga menyampaikan pesan perpisahan untuk mengenang pengabdiannya.
Sempat Mendapat Ucapan Selamat atas Hari Jadi Imamat
Sehari sebelum insiden yang merenggut nyawanya, Keuskupan Agung Guayaquil diketahui menyampaikan ucapan selamat kepada Patricio Sánchez Molinari dalam rangka peringatan hari jadi imamatnya.
Kabar tersebut menjadi sorotan setelah sang pastor meninggal dunia pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Peristiwa itu terjadi ketika dirinya sedang memimpin Misa dan sebuah salib kayu besar yang berada di belakang altar tiba-tiba terlepas dari dinding.
Rekaman siaran langsung memperlihatkan salib tersebut jatuh ke arah sang pastor hingga membuat perayaan Misa terhenti.
Namun, penyebab pasti terlepasnya salib belum dijelaskan secara resmi oleh pihak terkait.
Keuskupan Agung Guayaquil Gelar Misa untuk Mengenang Almarhum
Sebagai bentuk penghormatan kepada Patricio Sánchez Molinari, Kongregasi Juru Selamat Mahakudus bersama Keuskupan Agung Guayaquil mengundang umat untuk mengikuti Misa Ekaristi bagi almarhum.
Informasi mengenai pelaksanaan Misa tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi yang mengajak umat untuk bersama-sama mendoakan sang pastor.
Misa dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 21.00 waktu setempat, di Gereja Perpetuo Socorro yang beralamat di kawasan José Mascote dan Maldonado, Guayaquil.
Dalam pengumuman tersebut, umat juga diajak memanjatkan doa agar almarhum memperoleh istirahat kekal.
“Berikanlah kepadanya istirahat kekal, ya Tuhan. Dan semoga cahaya abadi menyinarinya. Semoga ia beristirahat dalam damai. Amin.”
Kepergian Patricio Sánchez Molinari menjadi duka bagi keluarga besar Redemptoris dan umat yang pernah dilayaninya.
Sementara itu, perhatian publik terhadap peristiwa tersebut terus bergulir seiring tersebarnya rekaman kejadian di media sosial. (gwn)