- Antara
Israel Terkejut! Trump Dikabarkan Hentikan Bantuan Militer AS ke Tel Aviv
Tel Aviv, tvOnenews.com - Sejumlah pejabat militer dan pertahanan Israel mengaku terkejut setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan rencana penghentian bantuan militer untuk Tel Aviv pada akhir 2026.
Kabar tersebut dilaporkan oleh badan penyiaran publik Israel, Kan, pada Selasa (3/11/2026) kemarin.
Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya berencana memangkas bantuan militer tahunan untuk Israel hingga 4 miliar dolar AS pada penghujung 2026. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pada Juli lalu, Netanyahu diketahui telah menyampaikan langsung kepada Trump mengenai ambisi Israel untuk sepenuhnya melepaskan ketergantungan militernya terhadap Amerika Serikat.
Seorang pejabat pertahanan Israel mengaku pihaknya tidak pernah memperkirakan pernyataan Trump tersebut. Padahal, komunikasi antara kedua negara selama ini disebut masih berlangsung secara rutin.
- REUTERS/Evelyn Hockstein
"Kami sama sekali tak menyangka akan pernyataan tersebut. Kami terus menjalin dialog rutin dengan pihak AS, dan bisa dikatakan kami terkejut," ujar pejabat tersebut.
Ia menambahkan, otoritas pertahanan Israel masih berupaya memahami dampak dari rencana tersebut. Pasalnya, informasi mengenai keputusan itu disebut belum disampaikan kepada organisasi terkait di Israel.
"Kami masih mempelajari konsekuensi dari keputusan tersebut yang belum disampaikan kepada organisasi terkait hingga kini," tambahnya.
Pernyataan Trump mengenai rencana penghentian bantuan militer itu muncul menjelang pelaksanaan pemilihan sela atau midterm elections di Amerika Serikat.
Selama ini, bantuan militer untuk Israel memang menjadi salah satu isu kontroversial di Kongres maupun di tengah masyarakat AS. Perdebatan tersebut semakin menguat seiring serangan Israel di Jalur Gaza yang menuai kecaman internasional dan tuduhan genosida.
- Antara
Menurut laporan Kan, rencana penghentian bantuan militer tersebut diperkirakan memperoleh dukungan luas dari Partai Demokrat.
Sebagai informasi, kerja sama bantuan keamanan AS-Israel selama ini diatur melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk periode tahun anggaran 2019 hingga 2028.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 2016, saat Barack Obama menjabat sebagai Presiden AS, mencakup komitmen bantuan keamanan sebesar 3,3 miliar dolar AS setiap tahun.
Selain itu, Washington juga berkomitmen mengalokasikan tambahan dana sebesar 500 juta dolar AS untuk mendukung program kerja sama pertahanan rudal dengan Israel.
Meski Trump telah menyampaikan rencana pemangkasan bantuan tersebut, hingga kini belum diketahui secara pasti pos anggaran mana saja yang akan dihentikan atau dikurangi oleh pemerintah AS pada akhir tahun ini.
(ant)