news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sultan Mahmud Riayat Syah..
Sumber :
  • Dok.Kemdikbud

Orang Darat Penghuni Pulau Rempang di Publikasi Belanda, UAS: Laskar Kesultanan Sudah Ada Sejak 1720 

Dokumentasi Belanda 1930, tercatat ada "Orang Darat" menghuni pulau Rempang. Di Kitab Tuhfat An- Nafis, penduduk Pulau keturunan Kesultanan Riau sejak 1720.
Minggu, 17 September 2023 - 04:25 WIB
Reporter:
Editor :

"Anak cucu prajurit itulah yang sampai saat ini mendiami pulau Rempang, Galang dan Bulang secara turun temurun. Pada Perang Riau I dan Riau II, nenek moyang mereka disebut sebagai Pasukan Pertikaman Kesultanan (semacam pasukan elite)," tulis UAS.

"Jadi adalah keliru jika penguasa Negara Indonesia menganggap Penduduk 16 Kampung Tua di Pulau Rempang sebagai pendatang. Penduduk Melayu yang berdiam di Pulau Rempang, termasuk juga Galang dan Bulang sudah eksis sejak lebih dari 300 tahun yang lalu, beranak-pinak berketurunan, hidup mendiami pulau tersebut serta menjaga nilai dan tradisi nenek moyang mereka sampai hari ini. Pada umumnya mereka beragama Islam," tegas UAS.

UAS juga menjelaskan bahwa hari ini, jumlah penduduk Pulau Rempang diperkirakan 5.000 Jiwa (tidak termasuk Galang dan Bulang), dan bermata-pencaharian pada umumnya sebagai nelayan dan berdagang.

Dokumentasi Belanda

Pulau Rempang bukan sekedar lahan kosong. Menurut laman resmi Kemendikbud Kebudayaan, sejarah mencatat bahwa pulau ini merupakan tinggal tinggal bagi Orang Darat yang diyakini sebagai penduduk asli Kota Batam.

Pada 1930, seorang pejabat Belanda bernama P. Wink mengunjungi Orang Darat di Pulau Rempang. Ia mencatat bahwa mereka merupakan suku asli yang hidup tanpa dinding, hanya beratap.

Artikel berjudul Verslag van een bezoek aan de Orang Darat van Rempang, 4 Februari 1930 (Laporan Sebuah Kunjungan ke Orang Darat di Pulau Rempang pada 4 Febaruari 1930) bahkan memuat kunjungan tersebut. 

(Warga Suku Darat di Pulau Rempang. Sumber: ANTARA)

Laporan ini ditulis di Tanjungpinang, 12 Februari 1930 dan dimuat dalam Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkunde, Deel LXX Aflevering I (Jurnal Bahasa, Tanah dan Etnologi India, Bagian Episode LXX), 1930.

P Wink menyebut bahwa pejabat Belanda di Tanjungpinang sudah lama mengetahui keberadaan Orang Darat di Pulau Rempang. Namun, belum ada kontak langsung dengan mereka. 

P Wink menjadi pejabat Belanda pertama yang turun langsung menemui Orang Adat.

Menurut P Wink, orang Belanda bernama JG Schot dalam tulisannya Indische Gids tahun 1882, di Pulau Rempang ada suku asli yang bernama Orang Darat atau Orang Utan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral