- Tangkapan layar Instagram Undercoverid / Zainal Azkhari/tvOne
Menilik Kronologi Anak Anggota DPR Aniaya Pacar hingga Tewas, Reza Indragiri Menilai Pelaku Sadar saat Melakukan Perbuatan Kejinya
"Pelaku meninggal korban dengan mengemudikan kendaraan tersebut, korban yang duduk di sebelah kiri mobil, pelaku kemudian langsung belok kanan dan menindas korban tersebut," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya.
Viral di media sosial, Andini Sera Afrianti seorang janda muda berusia 29 tahun yang tewas setelah dianiaya oleh anak pejabat.(tim tvOne/Zainal Azkhari)
Hal itu membuat DSA terlindas sebagian tubuhnya oleh mobil yang dikendarai GRT dan terseret sekitar sejauh 5 meter hingga korban terkapar.
Korban yang tergeletak kemudian dihampiri oleh security di parkiran. Namun pelaku berpura-pura tidak tahu mengapa korban sampai tergeletak.
Menanggapi kasus tersebut, Psikolog Forensik, Reza Indragiri menilai pelaku melakukan perbuatan sadis tersebut dengan keadaan sadar.
Meski disebut-sebut dalam keadaan pengaruh alkohol.
"Eskalasi pelaku kekerasan dari tersangka mengindikasikan bahwa betapapun dia sudah menenggak minuman keras, tapi dia masih punya cukup kesadaran untuk mengendalikan perilakunya," ujarnya saat hadir sebagai narasumber di Apa Kabar Indonesia Pagi, dilansir youtube tvOnenews.
"Namun sayangnya bentuk pengendalian perilaku yang dia lakukan, bukanlah dengan menghentikan, atau menurunkan bobot kekerasannya, tapi justru melanjutkan bahkan meningkatkan bobot kekerasannya itu," terangnya.
Reza Indragiri (Psikolog Forensik). (istimewa)
Apakah itu bisa disebut sebagai kesadaran meski dibawah pengaruh minuman keras? saat ditanyakan oleh tim tvOne.
"Tentu saja, kalau ditanya,'Hei Anda mabuk tidak?' orang yang bermasalah dengan hukum tentu dia akan mencari alasan agar dia bisa diringankan hukumannya," tuturnya.
Menurut Reza Indragiri, betapa idealnya ketika waktu kejadian itu polisi langsung melakukan pemeriksaan darah.
Guna menakar apakah kondisi alkohol dalam darah sang tersangka, sudah sampai ambang yang menghilangkan kesadaran.
Adapun cara kedua untuk melepaskan argumentasi soal tersangka tidak sadar karena pengaruh minuman keras.
"Atau yang kedua dengan melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian perilaku," tuturnya.
Lanjut Reza mengatakan kalau bisa juga dilakukan pengecekan CCTV untuk membuktikan gerak-gerik dalih tersangka dalam keadaan pengaruh minuman keras atau tidak.
"CCTV dicek seantero Surabaya, adakah tanda-tanda bahwa tersangka ini mengemudikan kendaraannya, sebagaimana orang mabuk, kalau tidak, sudah, tersingkir lagi klaim bahwa yang bersangkutan tidak cukup punya kesadaran," imbuhnya. (ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini