- Kolase tvOnenews.com / Julio Trisaputra / Abdul Gani Siregar tvOne
Rocky Gerung Komentari Projo Deklarasi Dukung Prabowo Subianto: Deklarasi Perang Terbuka Jokowi dan Megawati
"Ini momen terakhir membuat pernyataan secara masif, secara massal bahkan, dan itu menandakan padang kurusetra sudah dimulai itu, perang Baratayuda udah dimulai itu" ucapnya yang dilansir Youtube Rocky Gerung Official.
"Itu menilai kalau hanya ini yang bisa menyelesaikan soal supaya terlihat terbuka pada publik bahwa memang Jokowi dan Mega itu tak mungkin lagi didamaikan," tuturnya.
Rocky mengatakan bahwa lebih mungkin kita membayangkan perdamaian antara Israel dan Palestina, kalau terjadi pergantian Perdana Menteri di Israel
Lanjut menurut Rocky Gerung, dalam kasus kita hari ini seluruh aparat yang bercokol atau dicokoli oleh Jokowi.
"Itu secara rela akan memasang badan untuk perang habis-habisan dengan PDIP, kira-kira itu tema sebetulnya," tambahnya.
Jurnalis senior, Hersubeno Arief menanyakan kepada Rocky, apakah ini bisa diartikan lebih kepada deklarasi perang terbuka.
Merespons hal itu, Rocky Gerung mengiyakan pernyataan tersebut.
"Iya betul, ini core-nya sudah terlihat di depan mata karena memang tinggal menghitung hari, gak mungkin lagi ada negosiasi," tuturnya.
"Salah nego, atau salah beri sinyal justru tercecer di dalam pertandingan taktik untuk segera masuk di dalam kompetisi pemilu,: tambahnya.
Rocky Gerung.
Pengamat politik sekaligus akademisi ini menilai kalau gejala politik yang tidak melembaga sudah hadir di Indonesia.
"Itu kerah-kerahan massa, padahal sebetulnya politik kita pasca reformasi kita atur supaya ada persaingan yang fair, persaingan yang masuk akal, pakai perlengkapan-perlengkapan intelektual," tuturnya.
"Ucapkan kritik melalui Dewan Perwakilan Rakyat, itu semua nggak terjadi, jadi kita masuk lagi dalam satu duel yang bisa membahayakan sebetulnya karena dendam akan dipupuk, karena yang diperlihatkan massa vs massa," jelasnya.
Kemudian disinggung soal Gibran Rakabuming secara resmi keluar dari PDIP.
"Ini perang terbuka, dan Mega menganggap,'oke kalau ini yang Anda mau, kami juga rela untuk ngerjain Jokowi,' kira-kira begitu kan.
Menurut mantan Dosen Filsafat UI ini bahwa bagi Megawati Soekarnoputri ini lebih kepada to be or not to be.