- ANTARA
Boikot Produk Israel, Ini Respon Penting dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin: Nanti Itu Akan Dibicarakan
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan seruan boikot produk Israel yang ramai bergaung di media sosial merupakan reaksi kekecewaan masyarakat terhadap tindakan kekerasan perang yang tidak berperikemanusiaan.
"Ini bentuk protes yang sangat manusiawi karena ada tindakan yang tidak berperikemanusiaan sehingga ini adalah reaksi dari aksi yang dilakukan," kata Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
"Jadi jangan dipahami boikotnya saja, aksi ini bentuk reaksi dari apa yang terjadi," lanjut Amirsyah Tambunan.
Dia mengatakan akar masalah terjadinya seruan pemboikotan, baik di Indonesia maupun sejumlah negara lainnya, merupakan respons yang wajar terjadi atas tindakan kekerasan perang.
Namun, dia menjelaskan seruan boikot produk Israel juga harus dibedakan, khusus untuk produk yang jelas-jelas digunakan untuk mendukung peperangan. MUI sepakat bahwa produk tersebut harus digaungkan untuk diboikot bersama-sama.
"Akar masalahnya pada melakukan tindakan kekerasan melalui perang ketika ada produk (Israel) yang mendukung ini sama saja, kita harus hentikan," kata dia.
Seruan yang mendukung aksi boikot produk-produk Israel dan produk-produk yang secara terang-terangan mendukung serangan Israel ke Gaza terus meningkat di berbagai platform media sosial, termasuk di Indonesia.
(Foto arsip - Asap mengepul setelah serangan udara Israel di kota Rafah di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Sumber: ANTARA)
Aksi boikot diklaim menjadi salah satu dukungan yang bisa diberikan warga yang peduli kondisi Palestina selain donasi dan doa.
Kemenperin: Boikot Produk Israel Momen Perkuat Industri Lokal
Ajakan boikot produk Israel yang ramai digaungkan di media sosial, rupanya bisa menjadi momentum yang baik untuk memperkuat industri dalam negeri, demikian disampaikan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika.
"Di sosmed ada ajakan-ajakan untuk memboikot beberapa produk, ya mudah-mudahan itu akan menjadi momentum yang bagus bagi kita untuk memperkuat pengetatan arus barang karena kita masih impor beberapa produk," katanya, Selasa (31/10/2023).
Putu menyebut ajakan boikot tersebut juga turut membantu upaya pemerintah yang tengah melakukan pengetatan barang impor masuk ke dalam negeri. Putu juga berharap produk-produk produksi dalam negeri bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh pasar domestik.