- Kolase tvOnenews.com / Abdul Gani Siregar tvOnenews
Di Mata Rocky Gerung Prabowo-Gibran Beberapa Kali Lakukan Pelanggaran: Bawaslu Tidur?
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik, Rocky Gerung menyoroti soal pelanggaran yang sering dilakukan Prabowo-Gibran, tak ragu menyentil Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).
Dalam debat Capres pertama di Kantor KPU, sosok Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik.
Tampak Gibran di barisan tim pendukungnya, bak seperti pemimpin suporter yang meminta para pendukung Capres Prabowo Subianto untuk menyemangati jagoannya.
Gibran Rakabuming Raka saat mengajak pendukungnya bersorak di debat Cawapres, JCC Senayan. (Antara)
Gibran terekam tengah mengarahkan pendukungnya untuk bersorak dalam Debat Capres pertama, pada Selasa (12/12/2023) lalu.
Saat itu Prabowo sedang menjawab pertanyaan dari Anies Baswedan tentang putusan MKMK terkait pencalonan Gibran sebagai Cawapres 2024.
Selain itu, Gibran kembali jadi perbincangan lantaran dugaan melakukan kampanye saat Car Free Day (CFD), putra sulung Presiden Jokowi itu bagi-bagi susu di CFD.
Hersubeno Arief yang memandu diskusi bersama Rocky Gerung, mengatakan bahwa Heru Budi (Penjabat Gubernur DKI 2023) ketika ditanya soal Gibran kampanye di CFD, jawabannya 'saya enggak tahu, saya masih tidur,'.
Sementara itu, Rocky Gerung ikut buka suara soal pelanggaran yang dilakukan oleh Cawapres 2024, Gibran Rakabuming Raka.
Di mana menurut Hersubeno Arief (jurnalis senior), seharusnya Bawaslu menegur Gibran.
Menanggapi persoalan tersebut, Rocky mengatakan bahwa Bawaslu lagi tidur.
"Bawaslu juga lagi tidur, jadi yang tidur kan orangnya, tapi undang-undangnya kan enggak tidur itu," ujarnya dilansir Youtube resmi Rocky Gerung Official.
"Bayangkan Gubernur DKI musti pakai pejabat Gubernurnya, pakai cara untuk ngeyel sambil menghindar,'oh saya lagi tidur, iya lu tidur tapi undang-undang itu kan harusnya membangunkan lu" ujarnya.
Rocky Gerung beri sindiran kepada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dosen Filsafat ini mengatakan bahwa ini satu paket orang anggap ini tiket terusan.
"Atau kemaksian politik terusan dari saat MK tuh. Jadi nggak ada gunanya lagu sebetulnya kecuali memang ada semacam gerakan untuk menghalangi kecurangan ini," jelas Rocky.
"Siapa yang potensial untuk melakukan itu? ya cuman PDIP, jadi PDIP yang musti merasa kok curang ya, tapi PDIP dalam beberapa hal juga lakukan hal sejenis kan," sambungnya.