- Dok.tvOnenews.com
Ikuti Jejak Maruarar Sirait, Ketum PK Pilih Undur Diri dari PDIP dan Merapat ke Prabowo-Gibran
Pertemuan Prabowo dan KWI digelar tertutup dan berlangsung sekitar satu jam sejak pukul 15.00-16.00 WIB.
Prabowo mengatakan dalam pertemuan tersebut dirinya mendapat wejangan dari Ignatius Kardinal Suharyo.
"(Kardinal Suharyo) menyampaikan saran kepada umat katolik, yang dijelaskan kepada kami, kami anggap sangat cocok. Sangat bagus untuk seluruh, tidak hanya umat katolik, tapi juga seluruh rakyat Indonesia," ungkap Prabowo.
Pada waktu yang sama, Ignatius Kardinal Suharyo mengungkapkan bahwa pihak KWI tidak akan berpihak ke pasangan capres-cawapres mana pun.
Ignatius mengaku kubu KWI akan mendukung setiap kandidat yang terpilih dan memenangi kontestasi Pilpres 2024.
"Jadi dalam gereja katolik pilihan politik itu macam-macam, kami pimpinan-pimpinan gereja tidak boleh berpihak karena tugas kami adalah mempersatukan. Nanti kalau berpihak lalu fungsi pemersatu itu hilang. Kami akan mendukung siapapun yang akan terpilih lewat proses yang memang sudah diatur oleh undang-undang," kata Kardinal Suharyo. (raa)