PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Hanya Sebatas Pertemanan Nasi Goreng
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai persahabatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kokoh.
Hal ini dikatakannya terkait momen bergandengan tangan antara Prabowo dan Megawati dalam peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni 2026 lalu.
Menurut dia, Prabowo dan Megawati merupakan sahabat lama dan persahabatan itu sudah terjalin puluhan tahun.
Tak hanya itu, sambung Said, sempat berjuang bersama dalam kontestasi Pemilu tahun 2009 lalu.
"Beliau ini menjadi sahabat yang sudah terjalin puluhan tahun. Kedua beliau bahkan sama sama pernah berjuang dalam kontestasi pada Pilpres tahun 2009. Beliau menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pertemanan dan silaturahmi itu terus berlanjut meski Pilpres tahun 2009 telah usai," ujarnya dikutip Rabu (3/6/2026).
Dia menyebut silaturahmi yang terjalin antara Prabowo dan Megawati terjaga dengan baik.
"Persahabatan kedua beliau ini kokoh, bukan hanya sebatas pertemanan nasi goreng yang seringkali dilihat oleh publik. Pertemanan kedua beliau ini tulus, tak ada cela," katanya.
Di lain sisi, Said menilai Prabowo dan Megawati memiliki pandangan yang sama.
Said mengatakan lembaga negara seperti BPIP memang harus dijabat oleh negarawan sekaligus kegigihan seorang tokoh dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.
Terlebih lagi, kata Said, urusan terkait Pancasila melampaui segalanya. Oleh karena itu, hal tersebut dipedomani oleh Prabowo dan Megawati.
"Jadi kemesraan pada acara peringatan Hari Pancasila itu manifestasi dari hal ini," ungkapnya.
Dia menyebut hubungan Megawati dan Prabowo berdiri di atas pandangan politik kebangsaan.
Perbedaan jalan politik, di mana PDIP sebagai partai penyeimbang, tidak dimaknai oleh Prabowo sebagai musuh.
"Bahkan dalam Pidato Presiden Prabowo di DPR tanggal 20 Mei lalu, beliau menghormati dan mengapresiasi berbagai lontaran masukan yang diberikan kader kader PDIP di DPR. Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level political beyond, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan semata mata kekuasaan," tutur Said.
"Saya kira keteladanan ini pula yang diikuti oleh jajaran pada fraksi PDIP dan Gerindra di DPR. Kedua fraksi bisa cair saling berdiskusi, bertukar pandangan dalam membahas kebijakan dan program program pemerintah. Meskipun dalam beberapa hal terjadi perbedaan pandangan, namun keduanya tetap memahami posisi masing masing dan saling menghargai sebagai sahabat politik yang tetap bisa bersinergi," pungkasnya. (Rahmat Fatahillah Ilham/VIVA/nsi)
Load more