- Nuryanto Sundimoen/tvOne
TKN Sebut Kemenangan Prabowo-Gibran di Kandang Banteng Bukan Anomali
Yogyakarta, tvOnenews.com - Kemenangan Prabowo-Gibran di kandang banteng atau basis PDIP bukan anomali dan ada dugaan kecurangan seperti yang dikatakan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Hal itu disampaikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Supriyanto.
Supriyanto menyebut ada beberapa hal yang tidak disadari oleh elit-elit PDIP, meskipun dikatakan kandang banteng tetapi kemenangan PDIP di daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak pernah mutlak dalam arti mencapai lebih 50%.
Sehingga Pilpres dan Pilkada sangat tergantung pada figur yang dicalonkan.
"Bahkan di Bali yang paling tinggi prosentase kemenangan PDIP dalam beberapa kali Pilkada dan Pilpres sebelum ada Jokowi juga calonnya kalah. Artinya antara Pileg Pilpres dan Pilkada itu punya dinamika yang berbeda," jelas Supriyanto.
Menurutnya, pada Pilpres 2014 perolehan suara Jokowi jauh di atas suara PDIP karena ada tambahan dukungan dari PKB, NasDem, dan kekuatan non partai dari relawan yang menggalang suara massa mengambang dan swing voter.
Begitu juga dengan Pilpres 2019 perolehan suara Jokowi-Maruf Amin jauh di atas suara PDIP karena tambahan suara partai pendukung koalisi seperti PKB, Golkar, PPP, sangat signifiikan serta dukungan relawan Jokowi masih solid.
Pada pemilu kali ini capres-cawapres Ganjar-Mahfud hanya diusung dari partai parlemen PDIP dan PPP tetapi backbone (tulang punggung) hanya PDIP karena di daerah basis Jawa-Bali suara PPP tidak signifikan.
Kemudian pernyataan elit PDIP yang selalu meremehkan relawan, seperti membuat relawan yang selama ini berjuang memenangkan Jokowi dan PDIP beralih dukungan kepada Prabowo-Gibran yang didukung oleh koalisi mayoritas suara dan kursi di parlemen seperti Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat.
"Ketika pada kampanye kemarin banyak pernyataan elit PDIP yang blunder menyerang Presiden Jokowi dan nyinyir dengan program populis Prabowo-Gibran seperti makan siang dan susu gratis untuk anak sekolah, Bansos dan BLT yang sangat berguna bagi masyarakat bawah," jelasnya.
Supriyanto menyebut jiak elit PDIP justru lupa jika konstituen partai ini adalah wong cilik, kaum marhaen dan penggemar Jokowi.