- Julio Trisaputra/tvOnenews.com
5 Fakta Mengejutkan Hercules Si Preman Legendaris Tanah Abang, Kisah Kelam, Percintaan hingga Mati-matian Bela Prabowo
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Hercules tengah menjadi sorotan publik seusai sang preman legendaris Tanah Abang ini ditantang duel oleh pria yang disebut-sebut sebagai Jawara Garut.
Rosario de Marshall alias Hercules dikenal sebagai seorang preman yang kuat di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada kisaran 1980-an.
Hercules kerap berurusan dengan hukum hingga keluar masuk jeruji, bahkan ia dikenal sangat kuat, hingga dianggap tak mempan dibunuh oleh senjata.
Setelah terjerumus di dunia hitam bertahun-tahun lamanya, Hercules akhirnya mengumumkan bertaubat dan memutuskan untuk tidak menjadi preman lagi pada tahun 2006.
Kini nama Hercules kembali menjadi sorotan setelah dirinya mendukung penuh pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Bahkan Hercules menyatakan Prabowo harga mati untuk Presiden 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka sebagai wakilnya.
Tak hanya itu, pernyataan Hercules ini kemudian direspons oleh seseorang yang disebut-sebut sebagai Jawara Garut.
Pria tua asal Garut, Jawa Barat ini menantang duel Hercules di media sosial, hingga video tersebut viral.
Lalu bagaimana sepak terjang Hercules si preman Tanah Abang yang melegenda? Berikut 5 fakta soal Hercules yang dirangkum tim tvOnenews.
1. Nama Hercules
Pria bernama asli Rosario de Masrshall ini memiliki julukan Hercules.
Seperti dalam mitologi Yunani kuno, Hercules disebut sebagai manusia setengah dewa yang berarti memiliki kekuatan luar biasa.
Hercules disegani banyak orang karena keberaniannya yang sangat besar hingga dia pernah mengaku kuat dibacok belasan kali.
Tak hanya dibacok belasan kali, peluru senjata api pernah bersarang di mata Hercules, namun dia tetap hidup.
Ketika masih di Timor Timur, Hercules diketahui banyak membantu TNI. Ia dipekerjakan sebagai tenaga bantuan untuk operasi militer di Timor Timur.
Hercules kehilangan satu tangannya ketika berusia 12 tahun karena serangan di Ainaro tahun 1978 silam.
Selain kehilangan satu tangannya, Hercules juga kehilangan orang tuanya.
Mayjen (Purn) TNI Zacky Anwar Makarim, paman dari Mendikbud Nadiem Makarim, yang saat itu tergabung dalam korps baret merah Kopassus, adalah yang merekrut Hercules.