- ANTARA/HO-Bidhumas Polda Jatim
5 Fakta Mencengangkan Video Aliran Sesat Boleh Bertukar Pasangan yang Dibuat Gus Samsudin, Ternyata...
2. Penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim periksa Gus Samsudin
Penyidik Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menjemput Gus Samsudin pembuat konten aliran sesat boleh tukar istri di rumahnya di Blitar.
Gus Samsudin dijemput paksa karena dikhawatirkan melarikan diri.
Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto.
"Jadi begini, saudara Samsudin dikhawatirkan melarikan diri dan menghambat penyidikan. Dan dilakukan upaya penjemputan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim," kata Dirmanto, Kamis (29/2/2024).
3. Gus Samsudin berstatus saksi
Dia mengatakan saat ini Gus Samsudin masih berstatus sebagai saksi. Meski demikian, keterangannya dianggap diperlukan karena kasus ini telah diambil alih oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.
"Masih saksi ya. Sampai saat ini Samsudin masih saksi," ujar dia.
Selain Samsudin, Polda Jatim juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi lainnya.
Satu di antaranya adalah pembuat atau perekam video konten tukar pasangan Samsudin.
"Ada tiga saksi yang sudah diperiksa. Semuanya masih saksi. Penyidik sampai saat ini masih melakukan pendalaman," jelasnya.
4. Konten dibuat di Jawa Barat
Konten aliran sesat yang memperbolehkan jemaahnya bertukar pasangan ternyata dibuat di daerah di Jawa Barat.
Konten itu kemudian viral karena dianggap sebagai video aliran sesat, karena membolehkan anggotanya bertukar pasangan.
Setelah diusut, video itu ternyata hanyalah konten YouTube yang dibuat Samsudin alias Gus Samsudin, dan diunggah akun YouTube Mbah Den (Sariden).
Hal itu ditegaskan oleh Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria.
"Semalam kita sudah mendatangi yang bersangkutan menyampaikan bahwa itu hanya dibuat untuk konten dan itu tidak terjadi. Kami dalami juga informasi yang kami terima video itu dibuat di Jabar (Jawa Barat)," ungkapnya.
5. MUI kecam video konten aliran sesat Gus Samsudin
Sekertaris MUI Jabar Rafani Akhyar mengecam video konten aliran sesat Gus Samsudin.
Dia menyebut hal itu bukan hanya penistaan agama. Namun, menyimpang dan merusak.
"Itu menghalalkan (tukar) pasangan terutama jamaah pengajian harus ditangani serius, kalau ada merusak bukan hanya penistaan agama tapi merusak menyimpang agama yang suci," tandas dia.(lkf)