news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fara Diansyah, wanita yang ditemukan tewas di sebuah indekost di Yogyakarta dalam kondisi mengenaskan..
Sumber :
  • istimewa

Berniat Nonton K-Pop di Jakarta, Mimpi Fara Diansyah Kandas Setelah Ditemukan Tewas dengan Kondisi Muka Tak Berbentuk

"Gak ada pesan khusus (dari Fara Diansyah) yang saya ingat cuma mau nonton konser (K-pop) BTS di Jakarta bareng temannya 15 Maret besok," kata adik Fara, Kholud
Jumat, 1 Maret 2024 - 06:01 WIB
Reporter:
Editor :

Adik Korban Dapat Firasat Lewat Mimpi

Kematian Fara Diansyah meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya, terlebih kondisi jenazah penuh belasan luka tusukan senjata tajam.

Adik korban, Kholud Afrizal mengaku sempat mendapatkan firasat lewat mimpi sehari sebelum kakaknya berpamitan pergi pada Selasa (20/2/2024) lalu.

"Kalau saya udah dari Senin (19/2/2024) malam mimpi ada (seseorang) yang nanyain (menghubungi lewat WA) Farah udah pulang atau belum. Selasa (20/2/2024) baru ada kejadian yang pas banget sama mimpi," ungkap Kholud ditemui di rumahnya, Rabu (28/2/2024).

"Kedua, saya duduk disini (ruang tamu) main HP. Terus ibu sama bude, bapak sama simbah baru bicara di dalam. Cuma di mimpi sama gak ada Farah. (Mereka) kayak baru nyariin Farah," sambungnya.

Bahkan, Kholud mengaku kembali memimpikan mendiang kakaknya pada Rabu (28/2/2024) dini hari.

"Semalam (mimpi lagi). Cuma dia pakai baju putih sama pegang HP baru WA-an sama siapa gak tahu. Vibesnya seperti lebaran, tapi pas saya tanya kayak baru nunggu seseorang datang. Pengin banget orang itu datang. Tapi pas saya tanya lagi gak dijawab sama sekali. Cuma kayak pamitan. (Saya) baru duduk langsung (Farah) menghilang gak tahu kemana," ucapnya.

Penyebab Kematian Fara Diansyah

Penyebab kematian perempuan yang mayatnya ditemukan membusuk di sebuah indekos di Jalan Krasak, Kotabaru, Gondokusuman, terkuak melalui proses autopsi.

Dari hasil autopsi, ditemukan belasan luka tusukan atau sayatan di beberapa bagian tubuh korban. Adapun, luka di bagian leher yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Ada 11 luka tusukan atau sayatan di leher, tangan dan tubuh korban. (Luka) di leher karena memutus saluran pernapasan. Ini yang menyebabkan korban meninggal," kata Kombes Pol Aditya Surya Dharma, Kapolresta Yogyakarta, Senin (26/2/2024).

Selain itu, korban diperkirakan meninggal 3-4 hari sebelum jasadnya ditemukan.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di indekos tersebut, kata Aditya, ditemukan 1 tas beserta identitas milik korban.

Diketahui, korban merupakan warga Kabupaten Sleman. Berdasarkan data di KTP yang ditemukan polisi, korban inisial FD usia 23 tahun berstatus pelajar atau mahasiswa.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral