- tim tvonenews/Sri Cahyani Putri
Misteri Keberadaan Pemilik Kamar Ditemukannya Jasad Fara Diansyah, Pekerja Kafe Asal Bandung ini Sempat Pakai Motor Korban
Jakarta, tvonenews.com - Kematian gadis belia asal Sleman, Fara Diansyah, menyisakan misteri mengenai siapa pelaku pembunuhnya, serta siapakah pemilik indekos tempat ditemukannya jasad Fara.
Berdasarkan penelusuran reporter tvonenews, Sri Cahyani Putri, kamar indekos tempat ditemukannya jasad Fara Diansyah dihuni oleh seorang pria bernama Henry Mohammad Ramdan.
Henry Mohammad Ramdan adalah seorang warga Bandung yang bekerja sebagai pegawai di sebuah kafe di Kota Yogyakarta.
Pria usia 30 tahun itu menghilang sejak jasad Fara Diansyah ditemukan sudah membusuk di indekosnya pada Sabtu (24/2/2024) lalu.
Polisi menyebut Henry Mohammad Ramdan sempat pulang ke daerah asalnya di Bandung untuk mengunjungi orang tuanya.
"Si H (Henry) sempat pulang ke rumah orang tuanya di Bandung. Kemungkinan (pulang) sebelum ditemukannya jenazah (Farah)," kata Kombes Pol Aditya Surya Dharma, Kapolresta Yogyakarta, Rabu (28/2/2024).
Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi dari ibu Hendry, saat itu ia ke Bandung dengan mengendarai sepeda motor matic warna hitam berplat AB. Dari plat nomor kendaraan itulah motor yang digunakan H diduga kuat milik korban.
"Informasi dari ibunya (H) membawa sepeda motor warna hitam plat AB gitu saja tapi (ibu H) tidak ingat lengkapnya. Yang kami duga itulah motor milik korban," ucap Aditya.
Hanya saja, lanjutnya, pertemuan H dengan ibunya di Bandung tidak berlangsung lama.
H hanya menjenguk kemudian berbincang dengan ibunya lalu berpamitan untuk kembali lagi ke Yogyakarta.
"Ibunya cuma bilang mampir terus menjenguk, ngobrol-ngobrol kemudian berpamitan akan kembali ke Yogyakarta. Jadi tidak lama," ungkap Aditya.
Adik Korban Tak Kenal Henri
Sementara itu, Adik Fara Diansyah, Kholud Afrizal mengaku tidak mengenal dengan Henry Mohammad Ramdan, pria penghuni indekos tempat ditemukannya jasad Fara Diansyah.
Kholud juga mengatakan teman-teman Fara Diansyah tak ada yang mengenal Henry.
"Gak ada yang kenal (H). Cuma Farah aja yang tahu. Saya juga tanya teman-teman (Fara) juga gak ada yang kenal (H)," ungkap Kholud.
Dengan adanya kejadian tersebut, ia berharap, polisi segera mengetahui keberadaan Henry.
Kholud juga meminta jika benar Henry adalah pembunuh kakaknya, agar diberikan hukuman setimpal.
"Pelaku cepat ditemukan dan diberikan hukuman setimpal karena telah menghilangkan nyawa kakak saya," pintanya.
Penemuan Jasad Fara
Sebelumnya, jasad Fara ditemukan oleh teman Henry yang diperintahkan atasannya untuk mencari Henry karena sudah tidak masuk bekerja selama beberapa hari.
Setelah temannya mendatangi indekos Henry, ia melihat genangan darah di bawah pintu kos-kosan tersebut Serta tercium bau busuk.
Teman Henry itu kemudian mendatangi ketua RW dan melaporkan kejadian itu ke kepolisian setempat. Setelah dicek, ditemukan jasad Fara yang sudah membusuk.
Adapun, penyebab kematian Farah terkuak dari proses autopsi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Hasilnya, ditemukan belasan luka akibat sajam di beberapa bagian tubuh korban. Adapun luka dibagian leher yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Ada 11 luka tusukan atau sayatan di leher, tangah dan tubuh korban. (Luka) di leher karena memutus saluran pernapasan. Ini yang menyebabkan korban meninggal," kata Kombes Pol Aditya Surya Dharma, Kapolresta Yogyakarta, Senin (26/2/2024) lalu.
Selain itu, korban diperkirakan meninggal 3-4 hari sebelum akhirnya ditemukan. (scp/ito)