Hujan Deras Sejak Kamis, Luapan Kali Belik Rendam Rumah Warga di Gondokusuman Yogyakarta
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Yogyakarta sejak Kamis (9/4/2026) sore hingga Jumat (10/4/2026) dini hari menyebabkan aliran air Kali Belik di wilayah Klitren, Gondokusuman meluap dan merendam permukiman warga setempat. Dua rumah dilaporkan terdampak.
Jumat, 10 April 2026 - 18:41 WIB
Sumber :
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Yogyakarta sejak Kamis (9/4/2026) sore hingga Jumat (10/4/2026) dini hari menyebabkan aliran air Kali Belik di wilayah Klitren, Gondokusuman meluap dan merendam permukiman warga setempat. Dua rumah dilaporkan terdampak.
Operator Pusdalops Kota Yogyakarta, Agus Subagio menyampaikan bahwa saluran air di Kali Belik meluap sekitar pukul 20.00 WIB. Luapan air tersebut menggenangi rumah milik warga setempat.
"Jam 20.12 WIB itu air mulai naik. Ada dua rumah warga yang terendam, yang satu milik Bapak Anggoro yang dihuni 2 orang dan Bapak Imut ada 3 orang," kata dia dihubungi, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga
Agus menuturkan, luapan air Kali Belik yang merendam dua rumah warga tersebut masuk melalui gorong-gorong kamar mandi.
"Kebetulan, mereka kelupaan menutup gejliknya. Biasanya kan di bantaran itu pakai gejlik tinggi-tinggi. Karena kelupaan menutup, terus airnya masuk," tuturnya.
Selain rumah, luapan air Kali Belik juga merendam jalan di sekitar area tersebut.
"Air yang meluap ke jalanan tingginya sampai sedada orang dewasa. Tapi, kalau yang masuk rumah, cuma selutut," ungkapnya.
Namun demikian, luapan air tersebut mulai surut sekitar pukul 21.00 WIB.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat menyebut, banjir yang menggenangi rumah warga di sekitar Kali Belik ini bukan pertama kalinya, melainkan rutin tahunan.
"Memang kalau yang tergenang dua rumah sudah rutin tahunan. Kebetulan kan selokannya sempit sehingga menyebabkan dua rumah tergenang," ucapnya.
Atas peristiwa ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah bergerak cepat menangani situasi tersebut.
"Saya sudah pasang gejlikan di pintu-pintu jalan yang menghubungkan antara kampung yang barat jalan dengan yang timur jalan. Begitu air meluap ditutup, sehingga tidak sampai melimpah ke rumah warga," tutur Hasto Wardoyo, Walikota Yogyakarta.
Untuk diketahui, gejlikan merupakan gundukan jalan atau tanggul kecil yang sengaja dibuat untuk mengatasi masalah drainase, terutama untuk mengalihkan air agar tidak menggenang di jalan saat hujan.
Ke depan, Pemkot Yogyakarta akan mengambil langkah rehabilitasi di Kali Belik dengan membuat sudetan.
"Kita membuat sudetan dari situ. Karena di bawah jalan Solo itu ada menyempit ya, sehingga airnya tidak lancar dan meluap. Maka, nanti air yang dari utara, kami buat sudetan sampai di daerah jalan Solo. Setelah itu kami membelah jalan Solo, membuat selokan sampai di sungai Code.
Hasto mengungkap, rencana rehabilitasi tersebut akan segera terlaksana pada tahun ini.
"Itu sudah kita akan kerjakan insya Allah di tahun ini (2026). Mudah-mudahan tahun 2027 sudah tidak terjadi (air Kali Belik meluap)," pungkasnya. (scp/buz)
Load more