- IST
Kisah Anton Medan dari Preman Legendaris Hingga Jadi Jadi Mualaf dan Murid KH Zainuddin MZ
Dalam beberapa kesempatan, Anton Medan membeberkan titik balik perjalanan hidupnya dari manusia jahat menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi orang sekelilingnya. Termasuk dengan mendirikan pondok pesantren At-Ta'ibin yang berada di Pondok Rajeg, Cibinong.
Menurut Anton, ia bertaubat setelah menyaksikan banyak temannya meninggal secara misterius.
"Saat itu di tahun 1982, ada penembakan misterius. Teman saya di dalam LP yang dibawa keluar tahu-tahu sudah menjadi mayat. Sejak itu saya pilih untuk bertaubat," kata Anton Medan dalam beberapa kesempatan wawancara dengan awak media.
Anton akhirnya resmi mengucapkan syahadat yang dituntun oleh Almarhum KH Zainuddin MZ, 'Si Dai Sejuta Umat'. Sejak saat itu, penjahat kelas kakap itu berganti nama dengan Muhammad Ramadhan Effendi.
"Saya mempelajari Islam dari balik tembok-tembok penjara. Saya mempelajari Islam dari banyak guru. Mulai dari guru NU, Persis dan Muhammadiyah. Akhirnya, hati saya pun menjadi tenang," ungkapnya seperti dilansir dari Antara News.
Anton kemudian mendirikan pondok pesantren. Tujuannya yakni dia ingin bisa mengabdi lebih banyak untuk masyarakat luas.
Pondok pesantren ini juga ditujukan untuk para mantan narapidana serta pengangguran. Pondok pesantren ini berada di daerah Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor.
Di dalamnya, Anton juga mendirikan sebuah Masjid. Tak tanggung-tanggung, Masjid yang dibangunnya tampak begitu megah dan unik dengan khas Tionghoa. Masjid Anton Medan bernama Masjid Tan Kok Liong.
Anton medan telah meninggal dunia pada 15 Maret 2021 lalu. (ebs)