- IST
Suasana saat Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok Terekam saat Live TikTok, Penumpang Teriakkan Takbir
Jakarta, tvOnenews.com - Beredar sebuah video suasana saat detik-detik bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan pada Sabtu (11/5/2024) malam.
Dalam video berdurasi 55 detik tersebut diunggah oleh akun X @BolaBolaAja pada Minggu (12/5/2024). Dalam video tersebut tampak seorang pelajar laki-laki melakukan live streaming suasana di dalam bus. Saat pria berkaos hitam tersebut sedang live, tiba-tiba terkejut karena kepanikan penumpang di dalam bus.
Kemudian terdengar teriakan takbir dari sejumlah penumpang di dalam bus. "Allahu Akbar, Allahu Akbar" teriak sejumlah penumpang. Pelajar itu juga melongo saat mendengar kumandangan takbir. Bus tampak bergoncang keras. "Astagfiahal Adhiim," teriak salah seorang penumpang.
Sejurus kemudian, bus tampak berputar, mengelinding. Sejumlah penumpang dan barang-barang di dalam bus bergelimpangan di jalanan. Sementara pelajar yang melakukan live streaming langsung bangkit dan mengabarkan. Ia terlebih dulu mengambil Ponselnya yang jatuh tak jauh darinya.
Tampak wajah si pelajar yang belum diketahui namanya itu lebam. Masih dari dalam video tersebut juga terdengar teriakan-teriakan dan tangisan dari para penumpang yang menyayat hati.
"Sumpah geas, Gue kecelakaan c*k. Bentar ya gaes ya bentar. Remnya blong," kata pelajar itu.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Aan Suhanan menyatakan bahwa hasil sementara dari olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan jejak rem di lokasi kecelakaan bus terguling di Jalan Raya Kampung Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
"Jadi kalau kami lihat dari TKP yang ada, ini tidak ada jejak rem dari bus tersebut. Yang ada itu bekas ban, satu bagian, diduga itu ban kanan, ada beberapa meter di situ, kemudian sampai akhir titik kejadian di depan sana menabrak tiang listrik," kata Aan saat meninjau olah TKP di lokasi kejadian di Subang, Minggu.
Aan menduga bahwa kecelakaan bus tersebut diakibatkan oleh kegagalan pada fungsi rem dari bus tersebut sehingga oleng ke kanan hingga menabrak kendaraan mobil dari arah berlawanan.
Menurut dia, tidak adanya jejak rem bus yang terguling tersebut harus diselidiki lebih lanjut. Selain rem blong, ada kemungkinan pengemudi panik saat peristiwa maut itu terjadi.
"Ini tidak ada jejak rem sama sekali. Artinya, ini perlu kamu selidiki ya. Kenapa tidak ada jejak rem, apakah remnya tidak berfungsi atau pengemudi panik dan sebagainya," katanya.
Aan mengatakan setelah dilakukan olah TKP di lokasi kejadian, pihaknya juga akan penyelidikan dari kerusakan kendaraan baik bus maupun kendaraan warga yang ditabrak sebelum bus terguling.
"Setelah olah TKP di sini, kami akan olah TKP dari kerusakan kendaraan, baik itu kendaraan Daihatsu Feroza, kendaraan bus, nanti di situ akan kelihatan dari bekas tumbukan, akan kelihatan kecepatan daripada bus tersebut," kata dia.
Pihaknya juga melibatkan tim ahli untuk untuk mengecek kondisi teknis dari bus yang membawa rombongan pelajar dari SMK Lingga Kencana Depok setelah kecelakaan.
"Kami libatkan ahli untuk memeriksa teknis kendaraan, apakah fungsi pengereman berfungsi atau fungsi-fungsi yang lain, itu akan diperiksa oleh ahli,” kata Aan.
Dia mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan sebelum menentukan kemungkinan ditetapkannya tersangka atas kejadian yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.
"Nanti dari hasil penyelidikan semua, kami akan simpulkan, kami akan gelar, kalau memang itu ada peristiwa kecelakaan dan layak untuk dinaikkan ke penyidikan, kami akan tingkatkan dari penyelidikan ini ke penyidikan. Kami akan menentukan tersangka," kata dia. (ebs)