- tvOne
Ingatan Detail Sepupu Pegi Diragukan Setelah 8 Tahun Kasus Vina, Praktisi Hukum Sebut Kesaksian Ibnu Tak Masuk Akal
Jakarta, tvOnenews.com - Ingatan detail sepupu Pegi diragukan setelah 8 tahun kasus pembunuhan Vina, praktisi hukum Frederich Yunadi sangat yakin kesaksian Ibnu tidak benar.
Peristiwa pembunuhan Vina dan kekasihnya Eky terjadi pada tahun 2016 di sebuah lahan kosong di Cirebon.
Pegi Setiawan disebut sebagai salah satu tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky, dua remaja berusia 16 tahun tersebut.
Meski demikian, salah satu sepupu Pegi Setiawan yang juga bekerja sebagai kuli bangunan di Bandung bernama Ibnu memberikan kesaksiannya pada malam kejadian pembunuhan Vina.
Ibnu mengatakan, pada 27 Agustus 2016 dirinya, Pegi dan beberapa rekannya sedang berada di Bandung, bukan di Cirebon. Sehingga, Pegi tidak terlibat pembunuhan Vina.
Ia masih ingat malam 27 Agustus 2016 karena bersama Pegi dan beberapa rekannya, mereka mengantar salah satu teman bernama Bondol naik angkot ke Terminal Leuwipanjang.
"Ingat, saya ngantar Bondol tanggal 27 Agustus malam, jam 8-an, terus abis itu saya mampir ke warung beli nasi, terus pulang ke bedeng, makan. Habis makan, ngerokok dulu, terus tidur," kata Ibnu, saat hadir di program Dua Sisi, tvOne, Kamis (30/5/2024).
Terkait kesaksian ini, praktisi hukum Frederich Yunadi meragukan keterangan yang diberikan Ibnu.
Sebab, peristiwa itu sudah terjadi delapan tahun lalu, sudah sangat lama bagi ingatan manusia untuk bisa mengingatnya secara detail.
"Apakah saudara Ibnu ini mempunyai kemampuan yang kita sebut hyperthymesia? Itu adalah kemampuan ingatan yang luar biasa super, di dunia hanya beberapa," kata Frederich.
Ingatan super ini, maksud Frederich, seseorang akan ingat secara detail kegiatan termasuk hal-hal kecil yang pernah ia lakukan.
"Saya akan mengingat 6 tahun lalu, saya sama istri saya kemana. Tapi saya tidak mungkin ingat naik mobil apa, saya makan apa. Nonsense," kata dia menegaskan.
Menurutnya, bagi orang normal maka tidak mungkin bisa mengingat hal-hal mendetail yang sudah terjadi bertahun-tahun lalu.
"Kalo saya ingat, berarti itu rekayasa," kata dia lagi.
Frederich pun mempertanyakan kesaksian Ibnu yang begitu mendetail sampai ke tanggal 27 Agusutus 2016.