news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Doni Salmanan dan Indra Kenz.
Sumber :
  • Instagram

Crazy Rich Jadi Pelaku Penipuan, Pakar Unair: Medsos Hanya Pesona Palsu

Media sosial mengizinkan penggunanya untuk menjadi siapapun yang ia mau. Termasuk, menjadi seseorang yang "tampaknya" kaya raya.
Kamis, 24 Maret 2022 - 11:01 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, Jawa Timur - Akhir-akhir ini tengah ramai perbincangan soal penangkapan dua "Crazy Rich" Indra Kenz dan Doni Salmanan. Keduanya dinyatakan tersangka kasus penipuan berkedok trading binary option dengan merek aplikasi berbeda.

Erat dengan ciri khas flexing atau tren pamer harta di media sosial, Pakar Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Nisa Kurnia Illahiati angkat bicara.

“Fenomena penipuan ini sudah ada sejak manusia mengerti cara memenuhi kebutuhan hidup secepat mungkin,” ucap Nisa membuka percakapan. Hanya saja, lanjutnya, seiring perkembangan teknologi informasi dan dunia maya, korban penipuan dapat digaet dengan mudah.

Media sosial mengizinkan penggunanya untuk menjadi siapapun yang ia mau. Termasuk, menjadi seseorang yang "tampaknya" kaya raya.

“Pada saat kita berinteraksi di dunia maya, kita secara tidak sadar mencari kesamaan, mengidentifikasi. Misalnya kita lihat mana orang-orang yang kita anggap berhasil. Jika ingin menjadi seperti itu, maka aku harus meniru apa yang orang itu lakukan,” jelas Nisa. 

Menggaet Korban dengan Konten Pamer Harta

Nisa yang secara spesifik menggeluti studi media dan budaya tersebut menekankan, penipuan semacam itu dilakukan dengan eksposur kontinyu terhadap tema konten senada. Dalam diskursus ilmu komunikasi, hal ini dirujuk sebagai simbol. Simbol ini hadir dalam konten pelaku yang tersebar di media sosial. Sekaligus, mengisyaratkan bahwa semua orang bisa cepat kaya dan sukses dalam waktu singkat.

“Kalo kita denger berkali-kali dan kita terima simbol yang sama secara terus-menerus, maka sesuatu tersebut akan menjadi kebenaran,” ujar pengajar pada mata kuliah Cyberculture: Internet, Media, and Culture, Departemen Ilkom Unair itu.

Kanal YouTube Indra Kenz, misalnya, penuh dengan tips menghasilkan pemasukan besar dalam waktu singkat dalam trading. Begitu pula akun TikTok-nya yang penuh konten memamerkan barang-barang dengan harga selangit, serupa dengan konten pada kanal YouTube Doni Salmanan.

Aksi Kedermawanan

Selain pamer outfit dan merek tunggangan, aksi kedermawanan juga populer. Terutama demi menyampaikan pesan bahwa mereka tidak hanya kaya, tapi juga berhati malaikat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral