news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penampakan kontrakan pengemudi ojol, Affan Kurniawan yang tewas terlindas Rantis Brimob..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Potret Kontrakan Sempit Saksi Perjuangan Ojol Almarhum Affan Kurniawan

Di balik gang sempit dengan dinding kusam dan atap seng berlumut di Jalan Tayu, Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, terdapat sebuah kontrakan sederhana yang kini menjadi lautan duka.
Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Di balik gang sempit dengan dinding kusam dan atap seng berlumut di Jalan Tayu, Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, terdapat sebuah kontrakan sederhana yang kini menjadi lautan duka.

Rumah berukuran 3x12 meter itu adalah tempat tinggal Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang tewas tragis setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jalan Pejompongan, Kamis (28/8/2025) malam.

Di depan kontrakan, tampak beberapa bendera merah putih sisa perayaan kemerdekaan masih berkibar lusuh, selain itu juga terlihat bendera kuning tanda kematian berkibar pelan dihembus angin sepoi-sepoi.

Sisi bangunan yang sempit dijadikan warung sederhana oleh Muri (50), sang pemilik kontrakan. Dari warung inilah aroma masakan mie instan menguar, seakan berusaha menutupi pilu yang menyelimuti keluarga Affan.

“Oh udah lama (tinggal di kontrakan), dia dari kecil. Jadi saya kenal betul,” kata Muri sambil menunjuk lorong kecil menuju kontrakan Affan, Jumat (29/8).


Penampakan kontrakan pengemudi ojol, Affan Kurniawan yang tewas terlindas Rantis Brimob, terletak di wilayah Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar)

Awalnya, bangunan itu diperuntukkan sebagai kos-kosan. Namun karena ditempati satu keluarga penuh, akhirnya tak lagi dibuka untuk penghuni lain.

“Awalnya itu saya bikin kos-kosannya. Tapi kan diisi sama satu keluarga gitu, kita enggak isi ke orang lain. Cuma ada satu tukang masak saya di situ. Terus ada orang lain itu, saya kenal juga, udah lama di sini juga, dia enggak punya tempat tinggal, saya taruh di situ,” tutur Muri.

Dengan ruang yang terlihat hanya sepetak, kontrakan itu dihuni delapan orang dengan total empat kamar di dalamnya. Bangunan tersebut tampak memanjang ke belakang.

“Delapan. Lima itu keluarganya Affan ditambah dua orang, sama satu orang tukang masak. Saya kan dagang juga,” jelasnya.

Untuk biaya tinggal, Affan harus patungan dengan sang ayah membayar sebesar Rp2.000.000 setiap bulannya.

“Kalau biaya kontrakan itu adik saya yang urus. Saya enggak ikut campur biayanya tuh. Berapa-berapanya. Tapi yang pasti sih kurang lebihnya dua juta lah. Dua juta sebulan,” ungkap Muri.

Meski hidup dengan keterbatasan, keluarga Affan dikenal gigih. Sang ayah juga menjadi driver ojol, sementara kakaknya bekerja sebagai sopir.

“Bapaknya (driver ojol),” kata Muri ketika ditanya apakah abang Affan juga ojol. “Enggak, dia kerja. Kerja sopir.”

Kini, kontrakan sempit itu tak lagi dipenuhi riuh tawa Affan sepulang kerja. Dinding bercat putih yang mulai mengelupas dan jalan setapak yang hanya cukup untuk satu orang itu kini menyimpan kepedihan.

Dari ruang sederhana inilah Affan berangkat setiap hari menjemput orderan, dan ke ruang sempit ini pula keluarganya kini meratap kehilangan seorang anak muda yang hidupnya berakhir terlalu cepat. (agr/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral