- Istimewa
Usai Ahmad Sahroni Ratusan Massa Kini Incar Rumah Mewah Uya Kuya hingga Eko Patrio?
Jakarta, tvOnenews.com - Setelah rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni dijarah ratusan massa di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kini giliran rumah Uya Kuya dan Eko Patrio yang diincar massa.
Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan fenomena yang sedang viral di media sosial. Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari sosok pembuat video atau pihak terkait.
Kabar itu beredar di media sosial jika massa kini memburu rumah anggota DPR RI, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya.
Kabar ini mencuat setelah keduanya sama-sama dianggap melecehkan rakyat lewat aksi joget-joget yang viral di media sosial. Aksi mereka memancing reaksi netizen untuk mengkritik.
Namun berdasarkan pantauan di lapangan rumah mewah Eko Patrio yang bernilai ratusan miliar di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan masih kondusif.
- Aldi Herlanda/tvOnenews.com
Termasuk rumah Uya Kuya di Duren Sawit, Jakarta Timur juga terpantau masih aman dan belum ada pergerakan massa.
Reaksi massa ini dipicu Ketika video Eko Patrio dan Uya Kuya berjoget dalam momen sidang tahunan MPR tersebar luas di media sosial.
Banyak pihak menilai aksi itu tidak pantas dilakukan saat publik tengah berduka dan marah akibat gelombang protes yang meluas di sejumlah daerah.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah rumah anggota DPR Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah ratusan massa yang marah.
Aksi massa menggeruduk hingga menjarah rumah Ahmad Sahroni banyak disiarkan di sejumlah platform media sosial seperti TikTok secara langsung.
Siaran langsung tersebut banyak direspons ribuan netizen yang meminta agar massa geruduk rumah Eko Patrio dan Uya Kuya.
Bahkan banyak netizen yang menyertakan alamat rumah Uya Kuya dan Eko Patrio dalam kolom komentar siaran TikTok tersebut.
Tak hanya alamat rumah Eko Patrio dan Uya Kuya, netizen juga menyematkan alamat rumah Puan Maharani hingga Sri Mulyani.
Rumah Sahroni Dijarah Ratusan Massa
Rumah milik anggota DPR RI Ahmad Sahroni yang berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara digeruduk massa pada Sabtu (30/8).
Tidak hanya rumah, beberapa kendaraan pribadi milik politisi Partai NasDem itu dirusak oleh massa.
Salah satunya kendaraan dengan merk Porsche tahun tua berwarna merah tipe 1600 super. Pantauan di lokasi, kendaraan tersebut berhasil di bawa keluar massa dari salah satu rumah milik Ahmad Sahroni.
Massa menghancurkan dan mengarak kendaraan tersebut. Mulanya kendaraan tersebut akan dibakar. Namun beberapa orang lainnya melerai demi keselamatan bersama.
- Kolase foto tvOnenews.com - Aldi Herlanda / X @DadanSudjana3
"Bakar, bakar," teriak massa.
"Jangan bahaya," timpal massa lainnya.
Alhasil, mobil tersebut tidak jadi di bakar dan hanya dibawa di ke salah satu lahan kosong yang tepat berada di depan rumah Ahmad Sahroni.
Selanjutnya mereka menggulingkan mobil tersebut dan mempretili satu persatu bagian dari kendaraan.
Hingga saat ini, massa masih berkumpul di depan rumah Ahmad Sahroni. Beberapa personel TNI melerai kemarahan mereka.
Diketahui, amarah warga ini bukan tanpa alasan, beberapa waktu lalu nama Sahroni menjadi sorotan publik setelah menyebut masyarakat “tolol” jika mendukung wacana pembubaran DPR.
Pernyataan itu ia sampaikan saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025).
"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," ujar Sahroni.
Pernyataan tersebut segera memicu kritik luas. Bukan hanya karena dianggap merendahkan rakyat, tetapi juga karena Sahroni sudah tiga periode duduk di parlemen dengan gaji dari uang negara.
Kontroversi Sahroni semakin melebar setelah ia menolak tantangan debat dari influencer dan diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung, yang dikenal berprestasi di dunia debat internasional.
Salsa mengungkap dugaan dirinya didoxing oleh tim Sahroni hingga keluarganya di Pamulang, Tangerang Selatan, merasa terancam
Ia bahkan memberi peringatan keras agar tidak ada intimidasi terhadap keluarganya. Isu ini membuat polemik Sahroni semakin ramai diperbincangkan di media sosial. (aha/muu)