news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase foto Bripda Waldi - dosen IAKSS Muara Bungo Jambi Erni Yuniarti.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Teganya Cara Bripda Waldi Membunuh Dosen Cantik IAKSS Bungo Jambi

Misteri kematian tragis Erni Yuniarti dosen cantik sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muara ..
Senin, 3 November 2025 - 16:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Misteri kematian tragis Erni Yuniarti dosen cantik sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muara Bungo akhirnya terkuak.

Pelaku yang menghabisi nyawa akademisi muda itu ternyata oknum anggota polisi aktif bernama Bripda Waldi, yang diketahui bertugas di Polres Tebo, Jambi.

Oknum polisi tersebut berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polres Bungo dan Polres Tebo di wilayah Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, pada Minggu (2/11/2025).

Potrret dosen IAKSS Muara Bungo Jambi Erni Yuniarti
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Kasat Reskrim Polres Tebo Iptu Rimhot Nainggolan membenarkan bahwa pelaku merupakan anggota aktif kepolisian.

Ia menegaskan pihaknya hanya membantu proses penangkapan, sementara penyelidikan sepenuhnya dilakukan oleh Polres Bungo.

“Kami hanya membantu proses penangkapan. Pelaku merupakan anggota Polres Tebo yang kini sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bungo,” ujar Rimhot dikutip Senin (3/11/2025).

Saat ini, Bripda Waldi tengah diperiksa secara maraton untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap pembunuhan tersebut.

Dosen Ditemukan Tewas Tertutup Sarung

Erni Yuniati dosen cantik yang dibunuh oleh oknum polisi Bripda Waldi (22) di Jambi
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram @dongayemati

 

Sebelumnya warga Perumahan Al-Kausar 7, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, digemparkan oleh penemuan jasad seorang dosen perempuan pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Korban ditemukan dalam kondisi terbaring di tempat tidur, tertutup sarung, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh rekan kerja korban yang curiga karena Erni tak kunjung hadir dalam jadwal mengajar.

“Pintu rumah tidak terkunci. Saat dibuka, korban sudah meninggal dunia,” ujar Madin Maulana, ketua lingkungan setempat.

Hasil pemeriksaan awal di lokasi memperlihatkan sejumlah kejanggalan. Mobil dan sepeda motor milik korban raib, sementara tidak ada tanda kerusakan pada pintu rumah.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengonfirmasi adanya tanda-tanda kekerasan fisik dan seksual pada tubuh korban.

“Dari hasil identifikasi sementara, kemungkinan besar korban meninggal tidak secara alami. Kami juga menemukan indikasi kekerasan seksual dan kehilangan barang berharga,” ungkap AKBP Natalena, Minggu (2/11/2025).

Menurutnya hasil visum sementara menguatkan dugaan bahwa pelaku melakukan tindak pidana berlapis — pemerkosaan dan pembunuhan disertai perampokan.

Pihak kepolisian kini tengah menunggu hasil autopsi forensik RSUD Hanafie Muara Bungo untuk memastikan penyebab kematian dan waktu pasti kejadian.

Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai kemungkinan.

“Kami menduga kuat pelaku mengenal korban karena tidak ada kerusakan pada pintu rumah. Motif sementara mengarah pada perampokan, tapi kami tidak menutup kemungkinan motif pribadi atau asmara,” ujarnya.

Beberapa saksi juga menyebut, pada malam sebelum kejadian, korban sempat terlihat berbicara dengan seorang pria di halaman rumahnya. Polisi menduga pria itu adalah pelaku.

Potrret dosen IAKSS Muara Bungo Jambi Erni Yuniarti
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

 

Kematian Erni Yuniarti meninggalkan duka mendalam bagi civitas akademika IAKSS Muara Bungo. Rekan-rekannya mengenang korban sebagai sosok yang ramah, disiplin, dan berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan.

“Bu Erni orangnya baik, tidak pernah punya masalah dengan siapa pun. Kami semua terkejut dan sangat kehilangan,” ujar salah satu staf pengajar IAKSS saat ditemui di rumah duka.

Erni juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial kampus dan menjadi salah satu dosen muda berprestasi di bidang keperawatan.

Hingga Minggu malam, garis polisi masih terpasang di sekitar rumah korban. Warga tampak berdatangan membawa bunga dan menyalakan lilin di depan rumah sebagai bentuk penghormatan terakhir.

“Ini tragedi yang sangat menyedihkan. Semoga pelakunya dihukum seberat-beratnya,” ujar salah satu warga Perumahan Al-Kausar 7.

 

Kasus ini juga menjadi sorotan internal Polri. Kapolres Bungo menegaskan pihaknya akan memproses hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggota kepolisian yang terlibat.

“Siapa pun pelakunya, apalagi dari institusi kami, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi untuk pelanggaran berat seperti ini,” tegas AKBP Natalena.

Kasus pembunuhan dosen muda ini kini menjadi sorotan nasional, tidak hanya karena latar belakang korban yang dikenal berprestasi, tetapi juga karena pelaku merupakan oknum aparat penegak hukum.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral