Tukang Cukur di Bandung Alami Gagal Ginjal, Terkejut BPJS PBI-nya Dinonaktifkan
Bandung, tvOnenews.com - Syukur Rahmatullah atau Iwan kancra, seorang Tukang cukur di Jalan Kancra Burangrang, Kota Bandung, mengaku khawatir dengan polemik penonaktifan kepesertaan BPJS PBI yang sempat terjadi.
Iwan merupakan pasien gagal ginjal yang rutin menjalani cuci darah di RS Sartika Asih Bandung selama hampir satu tahun terakhir. Ia harus menjalani tindakan hemodialisis dua kali dalam sepekan.
Iwan mengungkapkan, tanpa BPJS PBI biaya pengobatan akan sangat memberatkan. Setiap kali tindakan cuci darah membutuhkan biaya sekitar Rp2 juta termasuk obat-obatan.
Dengan penghasilannya sebagai tukang cukur, ia merasa tidak akan mampu menanggung biaya tersebut secara mandiri, terlebih penyakit gagal ginjal mengharuskannya menjalani pengobatan seumur hidup.
Meski kepesertaan BPJS miliknya saat ini masih aktif, ia mengaku tetap cemas jika sewaktu-waktu kembali dinonaktifkan.
Ia menilai kebijakan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu sangat penting agar pasien penyakit kronis tetap bisa mendapatkan pengobatan tanpa hambatan biaya.
Iwan berharap pemerintah mempertahankan program BPJS PBI sehingga masyarakat kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan, khususnya pasien penyakit kronis seperti gagal ginjal, tetap dapat menjalani pengobatan secara gratis dan berkelanjutan.