- Istimewa
Dinyatakan Hilang Sejak 6 Maret 2025, Polisi Sebut Rekaman CCTV yang Terhapus Jadi Kendala Pencarian Alvaro Kiano Nugroho
Jakarta, tvOnenews.com - Dinyatakan hilang sejak 6 Maret 2025 lalu, polisi menyebut rekaman CCTV yang terhapus menjadi kendala pencarian Alvaro Kiano Nugroho.
"Bukan belum ada CCTV, tapi per hari terhapus dan tidak tersimpan," ujar Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Di sisi lain, Seala menyayangkan keluarga melaporkan hilangnya Alvaro tidak tepat pada hari kejadian.
Pihak kepolisian pun mencari informasi yang masuk dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, pesan langsung atau direct message (DM) Instagram dan saluran aduan Kapolsek.
Pencarian itu pun berujung di Batam, Kepulauan Riau dan Cilegon, Banten.
"Selalu kami dalami, tetapi belum membuahkan hasil," katanya.
Sementara itu, kakek korban Tugimin (71) menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.
Informasi dugaan penculikan itu diperoleh Tugimin dari marbot Masjid Al-Muflihun. Di masjid itulah Alvaro terakhir kali terlihat.
Adapun sebelum dinyatakan hilang, Alvaro sempat meminta izin untuk melaksanakan salat maghrib di masjid dekat rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Akan tetapi, selepas saalat maghrib, Alvaro tak kunjung pulang.
Keluarganya pun langsung mencari keberadaan Alvaro. Sementara itu, temannya mengaku tidak bersamanya saat shalat.
Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk melapor ke kepolisian.
Ciri-ciri terakhir Alvaro antara lain memakai kaos hitam, celana panjang hitam dan sandal hitam.
Sementara itu, ciri-ciri fisiknya antara lain bertubuh kurus, kulit gelap, rambut cepak dan terdapat lesung pipi. (ant/nsi)