- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Investasi di Jakarta Tembus Rp204 Triliun, Pramono Anung: Kontribusi 14,21 Persen, Ranking 2 Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Investasi di DKI Jakarta terus menunjukkan tren ekspansif, Gubernur DKI Jakarta. Pramono Anung, mengumumkan bahwa realisasi investasi di ibu kota mencapai Rp204,13 triliun hingga triwulan III-2025, tumbuh 6,4 persen dibanding periode sebelumnya.
Capaian ini menegaskan kembali posisi Jakarta sebagai salah satu episentrum ekonomi terbesar di Indonesia.
Pramono merinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp131,2 triliun atau 64,27 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp72,9 triliun atau 35,73 persen. Menurutnya, komposisi tersebut mencerminkan solidnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Jakarta yang dinilai tetap kondusif.
“Kontribusi 14,21 persen, atau ranking 2 secara nasional. Jakarta pertahankan sebagai pusat investasi nasional. Ini menggembirakan karena investasi serap 338.310 tenaga kerja,” ujar Pramono dalam Konferensi Pers APBD DKI Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Lonjakan investasi tersebut tidak hanya memperkuat daya saing ekonomi Jakarta, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja skala besar, lebih dari 338 ribu pekerja terserap sepanjang periode tersebut. Pemerintah Provinsi DKI menyatakan angka tersebut merupakan indikator bahwa arus modal yang masuk telah terdistribusi pada sektor-sektor produktif.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi, Pramono menyebut Pemprov DKI akan melakukan serangkaian langkah strategis, antara lain penyederhanaan perizinan, optimalisasi pelayanan publik, hingga memperkuat fungsi Jakarta Investment Center sebagai pusat fasilitasi investor.
Ia menegaskan bahwa strategi tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang menjadikan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, inovasi bisnis, dan magnet investasi di Indonesia.
“Dengan langkah-langkah ini, kami ingin memastikan Jakarta tetap menjadi kawasan dengan iklim investasi paling kompetitif dan berdaya saing tinggi,” kata Pramono.
Investasi yang terus meningkat menjadi sinyal kuat bahwa transformasi ekonomi Jakarta pasca-penataan ulang status sebagai daerah khusus tidak menghambat daya tariknya, justru memperkuat posisinya sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional. (agr/raa)