- TVR Parlemen
Temuan Kemenhut: Ratusan Titik Banjir dan Lahan Kritis Kepung 3 Provinsi di Sumatera
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni membeberkan temuan pihaknya terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) dan perubahan tutupan lahan di Provinsi Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Hal itu disampaikan Raja Juli saat rapat dengan Komisi IV DPR terkait bencana Sumatera pada akhir November 2025 di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).
Di Aceh, Kementerian Kehutanan menemukan kurang lebih 70 titik banjir yang teridentifikasi masuk ke dalam 31 DAS. Raja Juli menyebut total luasan kurang lebih 3,05 juta hektar di 15 kabupaten/kota.
Sementara, pada kurun waktu 2019 hingga 2024, terjadi perubahan tutupan lahan dari hutan menjadi non-hutan seluas 21.476 hektar.
“Terdiri dari perubahan tutupan hutan di kawasan hutan seluas 12.159 hektar atau 56,61 persen. Serta di luar kawasan hutan seluas 9.317 hektar atau 43,39 persen,” ungkal Raja Juli.
Kemudian, pada 31 DAS terdapat 217.301 hektar atau 7,1 persen luasan lahan kritis dari total luasan DAS terdampak.
Raja Juli melanjutkan, di Sumut terdapat kurang lebih 92 titik banjir yang teridentifikasi masuk ke dalam 13 DAS. Dengan luas total 207.000 hektar yang tersebar di 11 kabupaten/kota.
Kemudian, pada kurun waktu 2019-2024, terjadi perubahan tutupan lahan dari hutan menjadi non-hutan seluas 9.424 hektar.
“Terdiri dari kawasan hutan seluas 3.427 hektar atau 36,36 persen. Serta di luar kawasan hutan atau area penggunaan lainnya seluas 5.997 hektar atau 63,63 persen,” jelas Raja Juli.
Dia mengungkap di provinsi itu juga terdapat lahan kritis seluas 207.000 hektar atau 14,7 persen dari total luasan 13 DAS terdampak.
Lebih lanjut, di Sumbar kurang lebih terdapat 56 titik banjir yang masuk ke dalam 3 DAS. Dengan luas total 39.800 hektar yang tersebar di 14 kabupaten/kota.
“Hasil analisa kami menurut citra satelit menunjukkan bahwa ada perubahan tutupan lahan dari hutan menjadi non-hutan seluas 1.821 hektar,” jelas Raja Juli.
“Terdiri di dalam kawasan hutan seluas 1.444 hektar atau 79,29 persen, dan di luar kawasan hutan seluas 377 hektar atau 20,71 persen,” lanjutnya.
Raja Juli menambahkan pada 12 DAS di Sumbar, terdapat lahan kritis seluas 39.816 hektar, setara dengan 7 persen dari total luasan 12 DAS yang terdampak. (saa/dpi)