- Instagram.com/@ragilmahardika
Dihujat Netizen, Ragil Mahardika Malah Pede Memperkenalkan Diri, Bilang Mumpung Lagi Ramai
Ragil Mahardika, namanya saat ini tengah diperbincangkan netizen setelah kemunculannya di Podcast Close The Door, acara yang dipandu Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu. Kemunculannya tersebut dianggap kontroversial lantaran Ragil blak-blakan mengaku sebagai seorang gay.
Pada acara yang dipandu Deddy Corbuzier tersebut, Ragil Mahardika pun datang bersama pasangan gay-nya, yakni Fred Vollert. Adapun dalam tayangan video tersebut, Deddy Corbuzier mengajak Ragil dan Fred berbicara mengenai LGBT.
Buntut dari hadirnya Ragil Mahardika di acara Podcast bersama Deddy Corbuzier, membuat banyak netizen geram. Deddy Corbuzier pun dianggap telah memberi panggung kepada pelaku LGBT.
Sadar dirinya menjadi cemoohan netizen, ternyata Ragil mengaku sama sekali tak merasa risih dengan komentar-kometar miring tersebut. Justru Ragil semakin eksis memamerkan momen kemesraannya bersama Fred si pasangan gay-nya.
Ragil Mahardika (instagram.com/@ragilmahardika)
Terbaru, Ragil justru malah sengaja memperkenalkan profilnya. Ya, di akun Instagram pribadinya, @ragilmahardika, ia mengajak netizen untuk mengenal lebih jauh tentang dirinya.
Pada postingan tersebut, Ragil mengaku pernah berkuliah di salah satu universitas di Indonesia dan mengambil jurusan bahasa Jerman.
Kemudian pada 2012, ia mengaku berangkat ke Jerman sebagai Au Pair.
"Mumpung rame, kenalan yuk..
Sekilas tentang Ragil
Aku pernah kuliah di salah satu universitas negeri di Indonesia dengan jurusan bahasa Jerman.
Tahun 2012 aku pergi mengadu nasib ke Jerman sebagai Aupair. Cerita lengkapnya ada dibuku Saat Eropa Jadi Rumah Kedua yang bisa dibeli di Shopee/Tokped.
2013-2014 aku kerja Sosial di Jerman disalah satu panti yang menangani orang orang berkebutuhan khusus.
2014-2017 aku sekolah Vokasi sebagai tenaga kerja ahli dibidang sosial di Jerman.
2017-2018 aku kerja di panti pengungsi di Jerman dimana korban perang negara negara Arab bertempat tinggal.
2018- sekarang aku bekerja disalah satu panti asuhan (dibawah naungan kantor perlindungan anak di Jerman) yang mengasuh anak anak korban KDRT, Narkoba, Kekerasan Seks, Penyakit Psikis orangtua dll.