news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pedagang di Kalibata Henny Maria.
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira-tvOne

Selesai Diperiksa, Pedagang di Kalibata Ngaku Dicecar Puluhan Pertanyaan soal Kesaksian Pengrusakan Warung

Salah seorang pedagang di Kalibata bernama Henny Maria selesai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya soal insiden pengrusakan warungnya pascakerusuhan akibat tewasnya dua matel di Kalibata.
Jumat, 2 Januari 2026 - 14:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Salah seorang pedagang di Kalibata bernama Henny Maria selesai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Jumat (2/1/2026) soal insiden pengrusakan warungnya pascakerusuhan akibat tewasnya dua mata elang (matel) di Kalibata, Jakarta Selatan.

Henny mengatakan, dari pemeriksaan yang berlangsung sekitar 30 menit, dirinya mengaku dicecar puluhan pertanyaan oleh tim penyidik.

“Ada puluhan pertanyaan,” kata Henny di Polda Metro Jaya, Jumat (2/1/2026).

Henny menerangkan dalam pemeriksaan ini dirinya telah memberikan keterangan soal kesaksian saat kerusuhan hingga pembakaran warungnya terjadi.

Selain itu, juga soal kerugian yang dialami akibat insiden tersebut.

“(Pertanyaan) untuk hal-hal yang terkait tadi masalah saksi saja, kita sebagai saksi kemarin. Sudah sempat diambil (keterangan) di Pospol juga kan laporan kerugian dan saksi korban. Itu yang tadi kita dipanggil resmi dari Polda,” tutur Henny.

“Iya kita sudah memberikan keterangan detail tentang kerugiannya apa saja yang kita rugi, barang-barang terus sama mungkin tempat yang perlu kita renovasi dan segala macam. Mungkin juga ada barang-barang yang hancur. Nah, itu yang tadi dirilis juga di situ di laporan,” sambungnya.

Atas peristiwa ini, Henny berharap agar para pedagang bisa mendapatkan perhatian hingga pemulihan warungnya yang saat ini mengalami kerusakan hingga tidak dapat mencari nafkah.

“Kalau dari kami pedagang, kembali lagi, duka ini duka rakyat kecil ya. Cuma mencari nafkah. Kita para pedagang dan korban tragedi Kalibata adalah rakyat kecil yang hanya mencari nafkah sehari-hari. Ya kami berharap bisa dapat perhatian dan mungkin pemulihan untuk kondisi ini. Kita juga harus kembali berdagang,” jelas Henny.

Sebelumnya, enam anggota Polri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan hingga menyebabkan tewasnya dua orang matel berinisial MET (41) dan NAT (32) di Kalibata pada Kamis (11/12/2025).

Adapun pascatewasnya dua matel tersebut sejumlah orang melakukan pengrusakan hingga pembakaran lapak pedagang di lokasi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, atas insiden ini, kendaraan sepeda motor hingga mobil mengalami kerusakan.

“Akibat dari peristiwa tersebut juga perlu kami sampaikan ada peristiwa dimana beberapa fasilitas warga mengalami kerusakan berdasarkan pendataan kerusakan meliputi kendaraan roda empat ada 4 unit taksi B2317SDX dengan kondisi kaca pecah. Kemudian Toyota Kijang Krista B8339GF, Toyota Avanza B1196RZU, Suzuki Ertiga B1714RZO serta ada kendaraan roda dua sebanyak 7 unit sepeda motor rusak,” kata Trunoyudo, Sabtu (13/12/2025).

Trunoyudo menerangkan sebanyak belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) di lokasi juga mengalami rusak parah hingga terbakar.

“Bangunan dan fasilitas warga 14 lapak pedagang rusak, dua kios terbakar atau rusak berat dan dua rumah warga mengalami kerusakan seperti kaca pecah,” jelas Trunoyudo. (ars/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral