- YouTube/Setpres
Prabowo Deklarasikan Indonesia Swasembada Pangan 2025 di Karawang
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025.
Deklarasi bersejarah itu disampaikan Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Pengumuman tersebut dilakukan Prabowo di tengah hamparan sawah, disertai aksi simbolik menumbuk gabah bersama perwakilan petani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Momen itu menjadi penanda capaian strategis sektor pangan nasional setelah bertahun-tahun bergantung pada impor.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan kebanggaannya kepada para petani dan jajaran pemerintah yang dinilainya berhasil menjawab keraguan banyak pihak terhadap target swasembada pangan.
“Saudara-saudara, saya sungguh meyakini dan bangga, bahwa hari ini saudara-saudara berhasil sebagai putra-putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa saudara bisa. Ada elite yang kerjanya hanya mengejek, menghujat, memfitnah, nyinyir. Atlet kita berjuang nggak ada mereka ucapan selamat. Hargai usaha pemerintah. Malah selalu ngenyek,” kata Prabowo.
Ia bahkan menyebut sikap nyinyir tersebut sebagai sesuatu yang sulit dipahami.
“Ini aneh ya, aneh ini kesehatan jiwa mereka itu agak aneh saya sendiri bingung. Tapi biarlah nggak ada urusan, hanya sedikit mereka itu. Mereka pinternya hanya di sosmed gak jelas itu. Jangan-jangan mereka dibayar. Yang penting hari ini bukti nyata, tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia,” sambungnya.
Prabowo mengungkapkan, keraguan terhadap swasembada pangan sempat disampaikan langsung kepadanya oleh sejumlah tokoh nasional.
“Banyak tokoh penting ngomong ke saya beberapa bulan yang lalu, ‘Pak Bowo, nggak mungkin swasembada Indonesia itu’. Sungguh, ini ngomong ke saya,” ujarnya.
Di hadapan para petani, Prabowo secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia bahkan menyatakan akan memberikan penghargaan negara atas kinerja Mentan.
“Amran itu, hati-hati. Kadang banyak janjinya saja. Tapi hari ini saudara-saudara, saudara Andi Amran Sulaiaman saya beri Bintang Jasa Utama. Dia bersama kalian jajaran semua ini, kalian telah mengamankan masa depan Bangsa Indonesia. Dan saya percaya habis ini kita tidak akan bisa dihentikan. Saya melihat tadi produk hilirisasi, pertanian luar biasa,” ucap Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan tidak berhenti pada beras. Pemerintah, kata dia, menargetkan komoditas strategis lain segera menyusul.
“Jagung saya dijanjikan pak Amran, pak Wamentan didukung TNI-Polro, dijanjikan bahwa jagung pun dalam waktu dekat swasembada. Pakan akan murah untuk seluruh peternak dan petani kita. Ini akan turunkan harga pakan. Kita sudah turunkan harga pupuk, kalau bisa kita turunkan lagi harga pupuk,” katanya.
Prabowo juga menekankan ambisinya menjadikan stabilitas harga sebagai prestasi utama kepemimpinannya.
“Saya ingin jadi presiden, prestasi yang saya idamkan kalau bisa jadi presiden di mana harga-harga turun. Harga pangan turun, pupuk turun benih turun harga untuk rakyat kita turun terjangkau di semua bidang. Saya mau nanti anak-anak petani kembali bisa sekolah tinggi, jadi insinyur, jadi dokter, jadi jenderal seperti sekarang itu,” ujarnya.
Dalam suasana santai, Prabowo menyinggung latar belakang Mentan dan Wakil Menteri Pertanian yang sama-sama berasal dari keluarga petani.
“Dia itu petani asli itu mereka ini, kulitnya hitam. Nggak ada petani benar kulitnya putih. Kulit putih itu bintang film atau penyanyi, penyanyi band,” kata Prabowo disambut tawa hadirin.
“Memang Menteri Pertanian-Wamentan ini cocok itu kalau berjalan itu, berjalan itu serasi, nomor 1 dan 2. Sama-sama item. Kalau malam gelap itu nggak kelihatan, hanya giginya yang kelihatan kalau senyum,” lanjutnya.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa capaian swasembada pangan harus dijaga secara berkelanjutan.
“Saya bangga dengan kalian hari ini. Bahagia saya, saya senang sekali dan saya melihat tadi penuh harapan keyakinan. Kalau banyak tokoh nyinyir kita tidak bisa swasembada, hari ini kita swasembada,” ujarnya.
“Sekarang setelah kita swasembada, kita dengar lagi ‘oh ya, swasembadanya paling setahun dua tahun’. Nggak apa-apa. Kita buktikan tiap tahun kita swasembada, swasembada, swasembada, swasembada. Tidak hanya swasembada beras. Jagung, singkong, kita swasembada, bawang putih kita harus swasembada,” tutup Prabowo. (agr/muu)