Harap Tenang! Pemerintah Pastikan Stok Energi Aman dan Tidak akan Ada Kenaikan Harga
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas.
Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, DwiAnggia, menegaskan cadangan energi nasional tidak terganggu meskipun terjadi eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurutnya, pemerintah memahami bahwa situasi geopolitik global saat ini dapat memengaruhi sektor energi, terutama pada harga minyak dunia. Namun demikian, ketersediaan pasokan energi di dalam negeri tetap terjaga.
Ia juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan hingga masa Lebaran mendatang. Kebijakan tersebut telah disampaikan langsung oleh Menteri ESDM sesuai arahan Presiden.
Andi Anggia menjelaskan bahwa kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kelangkaan BBM tidak berdasar.
Saat ini cadangan energi nasional, baik untuk BBM, LPG, maupun minyak mentah, berada dalam kondisi aman.
Ia menyebutkan bahwa pasokan minyak yang melalui jalur Selat Hormuz hanya menyumbang sekitar 19 hingga 20 persen dari total impor energi Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga memiliki produksi minyak domestik yang mencapai sekitar 605 ribu barel per hari pada 2025.
Sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari sehingga sisanya dipenuhi melalui impor dari berbagai negara.
Sumber impor energi Indonesia tidak hanya berasal dari Timur Tengah. Pemerintah juga memperoleh pasokan dari sejumlah negara lain seperti Nigeria, Angola, Brasil, serta beberapa negara di Amerika dan Afrika.
Dengan diversifikasi sumber tersebut, pemerintah menilai risiko gangguan pasokan energi dapat diminimalkan.
Terkait informasi mengenai cadangan BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari, Andi Anggia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan kapasitas penyimpanan normal, bukan menunjukkan kondisi darurat.
“Cadangan 20 hari itu adalah standar kapasitas penyimpanan kita. Bukan berarti setelah itu stok habis, karena suplai berjalan terus setiap hari,” jelasnya.
Pemerintah juga tengah mendorong peningkatan kapasitas penyimpanan energi nasional melalui pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan baru. Targetnya, cadangan energi nasional dapat meningkat hingga setara 90 hari atau sekitar tiga bulan.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Selain ketersediaan stok, pemerintah juga memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar, terutama menjelang periode mudik Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi BBM sekitar 10 hingga 20 persen.
Pemerintah bersama Pertamina juga terus memantau distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Masyarakat tidak perlu panik. Stok aman, distribusi juga dijaga agar tetap lancar, terutama menjelang Lebaran,” kata Andi Anggia.