- Antara
BPBD Bantul Koordinasikan Penanganan Lanjutan Longsor Wonolelo, Waspadai Potensi Susulan
Tanah longsor di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Longsor susulan dilaporkan terjadi pada Rabu (7/1/2026), yang menyebabkan material tanah dan batu padas menutup akses jalan lingkungan warga.
Sebelumnya, longsor awal terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama, ditambah kondisi tanah yang sudah jenuh air dan labil. Longsor awal ini kemudian memicu longsor susulan beberapa hari kemudian.
Antoni menjelaskan, longsor susulan membawa material batu padas berdiameter cukup besar, bahkan ada yang mencapai sekitar dua meter. Material tersebut sempat menutup akses jalan warga, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Meski demikian, BPBD Bantul memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan akibat longsoran, baik pada kejadian awal maupun susulan.
“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah warga yang rusak. Namun akses jalan lingkungan sempat tertutup material longsoran,” jelas Antoni.
Saat ini, upaya pembersihan material longsoran masih terus dilakukan. Warga setempat bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Wonolelo dan unsur terkait melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan sisa material yang menutup jalan.
Material longsoran yang berupa tanah dan batu padas tersebut kemudian dibuang ke lahan kosong di sisi utara dan selatan lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan sebagai solusi sementara agar akses jalan warga dapat kembali difungsikan.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD Bantul, longsor awal memiliki dimensi panjang sekitar enam meter, tinggi tujuh meter, dan lebar dua meter. Sementara itu, longsoran susulan diperkirakan memiliki ukuran lebih besar, dengan panjang mencapai delapan meter, tinggi delapan meter, dan lebar sekitar tiga meter.
Dengan kondisi tersebut, BPBD Bantul menilai penanganan lanjutan tidak bisa ditunda. Selain pengamanan tebing, evaluasi terhadap kondisi lingkungan sekitar juga akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
BPBD Bantul menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan BPBD DIY dan pihak terkait guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak bencana. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan, menurut Antoni, menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat musim hujan. (ant/nsp)